POJOKSATU.id – Kabar cedera Lionel Messi sempat membuat publik Argentina khawatir menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 yang akan digelar beberapa hari lagi.

Kapten tim Tango itu mengalami masalah pada otot hamstring saat membela Inter Miami dalam pertandingan terakhir klubnya sebelum jeda turnamen internasional.

Awalnya kondisi Messi hanya dianggap sebagai kelelahan biasa setelah menjalani jadwal padat bersama klub dan Timnas Argentina sepanjang musim.

Namun hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan adanya gangguan pada hamstring yang memunculkan kekhawatiran mengenai kesiapan pemain berusia 37 tahun tersebut.

Baca Juga: Superkomputer Analisa Peluang Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Setelah Wonderkidnya Cedera

Kondisi itu memicu berbagai spekulasi karena Argentina akan memulai upaya mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih di Qatar pada 2022.

Meski demikian, pelatih Argentina Lionel Scaloni membawa kabar yang cukup menenangkan setelah perkembangan terbaru menunjukkan tanda-tanda positif dari proses pemulihan Messi.

Menurut Scaloni, sang kapten telah kembali mengikuti sebagian sesi latihan bersama rekan-rekannya dan menunjukkan respons yang menggembirakan.

"Leo dalam kondisi baik. Dia sudah berlatih bersama grup dalam beberapa sesi dan itu menjadi hal yang sangat penting bagi kami," ujar Scaloni.

Pelatih yang membawa Argentina menjadi juara dunia tersebut mengatakan bahwa Messi memang belum sepenuhnya pulih, tetapi perkembangannya berjalan sesuai harapan tim medis.

Baca Juga: Kemendikdasmen Buka Sayembara Pembuatan Bahan Ajar Digital Jenjang SMK 2026, Guru Berprestasi Bisa Raih Penghargaan dan Sertifikat

"Dia tidak sepenuhnya terpisah dari tim. Proses pemulihannya berjalan baik dan kondisinya terus mengalami peningkatan," lanjutnya.

Peluang Bermain Sebelum Piala Dunia

Argentina masih memiliki dua laga uji coba sebelum memulai perjalanan mereka di fase grup Piala Dunia 2026.

Tim Tango dijadwalkan menghadapi Honduras pada 6 Juni sebelum melakoni pertandingan persahabatan melawan Islandia tiga hari kemudian.

Scaloni membuka peluang bagi Messi untuk mendapatkan menit bermain dalam salah satu pertandingan tersebut apabila kondisi fisiknya terus membaik.

"Dia mungkin bisa tampil dalam laga persahabatan. Kami akan melihat apakah itu terjadi pada pertandingan besok atau berikutnya," kata Scaloni.

Menurutnya, perkembangan positif yang ditunjukkan Messi memberikan ketenangan bagi seluruh staf pelatih dan pemain Argentina menjelang turnamen.

Baca Juga: KETM Desil 1 Dapat Rekomendasi Sekolah Otomatis di SPMB Jabar 2026, Bisa Ditolak? Ini Syarat, Cara, dan Tahapan Lengkapnya

Kehadiran Messi tetap menjadi faktor penting bagi Argentina karena pengalaman dan kualitasnya masih menjadi pembeda di level tertinggi sepak bola dunia.

Meski usia tidak lagi muda, peran sang kapten masih sangat vital dalam membimbing generasi baru Argentina yang kini mulai mendominasi skuad utama.

Setelah laga uji coba selesai, Argentina akan memulai perjalanan di Grup C dengan menghadapi Aljazair pada 16 Juni mendatang.

Selanjutnya mereka akan bertemu Austria pada 22 Juni sebelum menutup fase grup melawan Yordania pada 27 Juni.

Rekam Jejak Messi Saat Bermain dalam Kondisi Cedera

Scaloni mengungkapkan bahwa keputusan mengenai kondisi kebugaran Messi selalu dibahas bersama pemain yang telah memenangkan delapan trofi Ballon d'Or tersebut.

Baca Juga: Menkeu Ungkap 3.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok, Bea Cukai Dioperasikan 24 Jam

Menurutnya, Messi dikenal sebagai sosok yang selalu ingin bermain dan jarang memilih absen ketika membela negaranya.

Karakter itulah yang membuat Argentina sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait kondisi kebugaran sang kapten menjelang turnamen besar.

Salah satu contoh paling diingat terjadi pada final Copa America 2024 ketika Messi mengalami cedera saat menghadapi Kolombia.

Dalam pertandingan tersebut, Messi akhirnya harus meninggalkan lapangan sebelum laga berakhir karena tidak mampu lagi menahan rasa sakit.

"Dia selalu ingin bermain sepak bola. Tidak peduli apakah itu pertandingan final atau bukan, dia selalu ingin berada di lapangan," kenang Scaloni.

Pelatih berusia 48 tahun itu mengaku memahami betapa berat keputusan yang harus diambil Messi ketika akhirnya memilih meninggalkan pertandingan penting tersebut.

"Ketika dia memutuskan keluar lapangan, kami tahu ada sesuatu yang benar-benar serius terjadi. Itu menunjukkan seperti apa mentalitasnya," ujarnya.

Cedera ligamen pergelangan kaki yang dialami Messi kala itu membuatnya harus menepi selama dua bulan sebelum kembali membela Inter Miami.

Kini Argentina berharap situasi serupa tidak terulang karena Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kesempatan terbesar bagi Messi menambah catatan bersejarah dalam kariernya.

Jika kondisi fisiknya terus membaik dalam beberapa hari ke depan, peluang melihat Messi memimpin Argentina sejak laga pembuka akan semakin terbuka lebar.***