POJOKSATU.id – Timnas Jerman mendapat kabar kurang menyenangkan menjelang laga perdana Piala Dunia 2026 setelah pemain muda berbakat Lennart Karl dipastikan absen akibat cedera serius.

Cedera tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum Die Mannschaft memulai perjuangannya di turnamen terbesar sepak bola dunia yang berlangsung di Amerika Utara.

Pemain Bayern Munchen berusia 18 tahun itu sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu kejutan terbesar dalam skuad racikan Julian Nagelsmann berkat performa impresif sepanjang musim.

Karl tampil luar biasa bersama Bayern dengan mencatatkan sembilan gol dan delapan assist dari total 39 penampilan di berbagai kompetisi musim ini.

Baca Juga: Kemendikdasmen Buka Sayembara Pembuatan Bahan Ajar Digital Jenjang SMK 2026, Guru Berprestasi Bisa Raih Penghargaan dan Sertifikat

Namun perjalanan gemilangnya harus terhenti sementara setelah mengalami robekan otot paha kiri saat menjalani sesi latihan tim nasional di Chicago.

"Saya bahkan tidak tahu harus memulai dari mana. Rasanya sangat menyakitkan karena harus melewatkan turnamen terbesar dalam karier saya," ujar Karl melalui akun media sosial pribadinya.

Ia mengaku telah berusaha keras memulihkan kondisi fisik agar bisa tampil bersama Jerman di Piala Dunia, tetapi nasib berkata lain.

"Saya melakukan segala yang saya bisa agar siap bermain di Piala Dunia, namun cedera datang pada waktu yang paling buruk," lanjutnya.

Kehilangan Pemain Sempurna

Absennya Karl menjadi kehilangan besar bagi Jerman karena sang pemain dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan tim nasional saat ini.

Baca Juga: KETM Desil 1 Dapat Rekomendasi Sekolah Otomatis di SPMB Jabar 2026, Bisa Ditolak? Ini Syarat, Cara, dan Tahapan Lengkapnya

Sebelum mengalami cedera, Karl bahkan disebut memiliki peluang besar untuk mengamankan posisi starter di sektor sayap kanan.

Persaingan ketat dengan Leroy Sane berlangsung cukup seimbang setelah Karl dipercaya tampil sejak menit awal saat Jerman mengalahkan Finlandia 4-0 dalam laga persahabatan.

Pelatih Julian Nagelsmann mengaku sangat terpukul melihat salah satu talenta terbaik Jerman harus menepi tepat menjelang dimulainya turnamen.

"Saya benar-benar merasa sedih untuk Lenny. Kreativitas, kecepatan, kepribadian, dan cara bermainnya membuat dia sangat cocok dengan tim ini," kata Nagelsmann.

Menurutnya, cedera tersebut bukan hanya menjadi pukulan bagi pemain bersangkutan, melainkan juga bagi seluruh anggota tim nasional Jerman.

"Ini adalah kejutan besar bagi kami semua. Satu-satunya penghiburan adalah usianya masih sangat muda dan masih banyak turnamen besar menantinya di masa depan," ujarnya.

Baca Juga: Jubir Kemlu Iran Kritik Presiden Joseph Aoun, Selamatkan Lebanon dari Musuh Sejati Anda

Sebagai pengganti, Jerman memanggil penyerang RB Leipzig Assan Ouedraogo untuk memperkuat kedalaman skuad selama turnamen berlangsung.

Superkomputer Analisa Peluang Timnas Jerman

Meski kehilangan salah satu pemain muda paling menjanjikan, peluang Jerman untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026 masih dinilai sangat besar.

Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, Jerman menjadi favorit utama untuk memuncaki Grup E dengan prediksi raihan rata-rata 6,50 poin.

Peluang lolos ke fase gugur bahkan mencapai 96,36 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pesaing terdekat mereka di grup tersebut.

Baca Juga: Menkeu Ungkap 3.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok, Bea Cukai Dioperasikan 24 Jam

Ekuador berada di posisi kedua dengan peluang lolos sebesar 87,21 persen, sementara Pantai Gading dan Curacao diprediksi menghadapi jalan yang lebih sulit.

Optimisme terhadap Jerman muncul karena kualitas skuad yang tetap dihuni sejumlah pemain kelas dunia seperti Florian Wirtz, Jamal Musiala, hingga Leroy Sane.

Jika berhasil menjadi juara grup, Jerman berpotensi menghadapi Paraguay pada babak 32 besar berdasarkan simulasi yang dilakukan Opta.

Tim asal Amerika Selatan tersebut dikenal memiliki pertahanan yang disiplin, namun secara kualitas masih dianggap berada di bawah Jerman.

Tantangan Berat Menanti di Babak Gugur

Meski peluang lolos fase grup sangat besar, tantangan sesungguhnya justru diperkirakan hadir ketika memasuki fase gugur.

Simulasi Opta menunjukkan Jerman berpotensi bertemu Prancis pada babak 16 besar, lawan yang disebut banyak pengamat sebagai kandidat juara.

Apabila mampu melewati hadangan Prancis, perjalanan berikutnya diprediksi akan semakin berat dengan kemungkinan menghadapi Belanda dan Spanyol.

Menurut perhitungan yang sama, peluang Jerman mencapai semifinal berada di angka 10,77 persen, sementara peluang tampil di final mencapai 5,43 persen.

Menariknya, Inggris disebut sebagai lawan paling mungkin di partai puncak apabila kedua tim berhasil menembus final Piala Dunia 2026.

Prediksi tersebut tentu masih bisa berubah seiring perkembangan turnamen, namun satu hal yang pasti, Jerman tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara.

Kehilangan Lennart Karl memang meninggalkan luka dalam bagi skuad Nagelsmann, tetapi ambisi menghapus kegagalan pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya tetap menyala.

Kini harapan publik Jerman tertuju kepada para pemain senior untuk membawa Die Mannschaft kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.***