POJOKSATU.ID - Eh, ternyata pengembangan hunian di kawasan kereta api nggak cuma terjadi di Jakarta, lho!
Sejumlah kota besar di Indonesia juga mulai ikut “berbenah” dengan konsep yang sama.
Wah, makin serius nih arah pembangunan perkotaan kita.
Setidaknya ada tiga kota yang kini jadi sorotan Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Baca Juga: Data Terbaru Menaker Ungkap 8.389 Pekerja Kena PHK Januari-Maret 2026, Jawa Barat Paling Terdampak
Ketiganya tengah disiapkan menjadi kawasan hunian terintegrasi dengan transportasi publik.
Konsepnya mirip praktis, modern, dan pastinya memudahkan mobilitas warga.
Di Bandung misalnya, pengembangan dilakukan di sekitar Stasiun Kiaracondong.
Rencananya, akan dibangun dua tower hunian dengan total sekitar 753 unit.
Baca Juga: Libatkan Warga, Kodim 0604 Karawang Kembangkan Budidaya Bebek Peking untuk Ketahanan Pangan
Lumayan banget, kan? Apalagi Kiaracondong dikenal sebagai salah satu stasiun penting di kota kembang itu.
“Hunian dekat stasiun itu sekarang jadi incaran, karena efisien waktu dan biaya,” ujar seorang pengamat properti.
Nggak cuma Bandung, Semarang juga ikut tancap gas.
Kawasan Kariadi disiapkan untuk pembangunan dua tower hunian dengan total 1.042 unit.
Lokasi ini dinilai strategis karena dekat dengan pusat aktivitas kota.
Kebayang nggak sih, tinggal di tengah kota tapi tetap punya akses cepat ke transportasi umum? Duh, praktis banget!
Nah, yang paling besar ada di Surabaya.
Di sekitar Stasiun Gubeng, bakal dibangun dua tower dengan total sekitar 1.489 unit hunian.
Baca Juga: Wah! Manggarai Disulap Jadi Kawasan Hunian Baru, 8 Tower Siap Berdiri
Jumlahnya paling banyak dibanding dua kota lainnya. Ngeri juga skalanya!
Konsep yang diusung di ketiga kota ini sama, yaitu transit oriented development (TOD).
Artinya, hunian dibangun dekat simpul transportasi agar masyarakat bisa beraktivitas tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Eh, ini penting banget ya. Soalnya, kemacetan di kota-kota besar sudah makin parah.
Baca Juga: Mulai 15 April 2026, ASN Jogja Wajib WFH Tiap Rabu, Jumat Jadi Car Free Day, Ini Penjelasannya
Dengan adanya hunian terintegrasi seperti ini, diharapkan masyarakat bisa beralih ke transportasi publik.
Selain itu, proyek ini juga jadi jawaban atas kebutuhan hunian di perkotaan yang terus meningkat.
Apalagi lahan di pusat kota makin terbatas.
Jadi, solusi vertikal seperti apartemen jadi pilihan yang masuk akal.
Namun, bukan berarti tanpa tantangan. Salah satu yang jadi perhatian adalah harga hunian.
Apakah bisa dijangkau masyarakat luas atau hanya untuk kalangan tertentu?
Nah loh, ini yang sering jadi perdebatan.
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur pendukung juga harus diperhatikan.
Jangan sampai hunian sudah berdiri, tapi fasilitas umum belum siap.
Ujung-ujungnya malah bikin masalah baru.
Meski begitu, banyak pihak optimistis proyek ini akan membawa dampak positif.
Selain mengurangi kemacetan, juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan stasiun.
Jadi ya, tren hunian dekat transportasi ini sepertinya bakal jadi masa depan kota-kota besar di Indonesia.
Baca Juga: Mulai 15 April 2026, ASN Jogja Wajib WFH Tiap Rabu, Jumat Jadi Car Free Day, Ini Penjelasannya
Nggak cuma soal tempat tinggal, tapi juga gaya hidup yang lebih efisien.
Wah, kalau semua berjalan lancar, bukan nggak mungkin kawasan stasiun di berbagai kota bakal berubah jadi pusat hunian modern.
Siap-siap aja, wajah kota bakal makin beda!***

