POJOKSATU.ID - Bagi pecinta pedas, rasanya belum lengkap berbuka puasa tanpa sambal atau makanan bercita rasa menyengat.

Ayam geprek, seblak, mi pedas, hingga aneka gorengan dengan cabai kerap menjadi pilihan utama saat azan magrib berkumandang.

Namun, tahukah Anda bahwa langsung mengonsumsi makanan pedas saat perut kosong setelah seharian berpuasa bisa menimbulkan dampak tertentu bagi tubuh, terutama sistem pencernaan?

Meski terasa nikmat di lidah, efeknya bisa langsung dirasakan dalam hitungan menit.

Baca Juga: Dompet Kritis Tapi Gengsi Selangit? Ini Cara Sopan Bilang Enggak ke Ajakan Bukber

Perut Kosong Lebih Sensitif

Selama berpuasa kurang lebih 12 jam, lambung dalam kondisi kosong.

Produksi asam lambung tetap berjalan, meski tidak ada makanan yang dicerna.

Ketika makanan pedas masuk secara tiba-tiba, zat capsaicin dalam cabai dapat merangsang dinding lambung yang sedang sensitif.

Akibatnya, muncul rasa perih, panas, atau tidak nyaman di ulu hati.

Baca Juga: Bukan Cuma yang Puasa! War Takjil Ternyata Juga Diburu Warga Non Muslim

Bagi orang yang memiliki riwayat maag atau asam lambung naik, kondisi ini bisa memicu kekambuhan.

Risiko Asam Lambung Naik

Makanan pedas dapat merangsang produksi asam lambung lebih banyak.

Jika dikonsumsi saat buka puasa tanpa didahului makanan ringan atau minuman hangat, risiko refluks asam lambung meningkat.

Gejalanya bisa berupa:

  • Rasa panas di dada (heartburn)

  • Mual

  • Perut kembung

  • Sendawa berlebihan

  • Tenggorokan terasa pahit

Dalam kasus tertentu, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan salat tarawih atau aktivitas malam hari.

Diare dan Gangguan Pencernaan

Tak sedikit orang yang mengalami diare setelah berbuka dengan makanan pedas.

Capsaicin dapat mempercepat gerakan usus, sehingga proses pencernaan menjadi lebih cepat dari normal.

Baca Juga: Galian Kabel Optik Bandung Ditarget Tuntas 5 Maret, PT BII Klaim Taat Ultimatum Wali Kota

Jika dikombinasikan dengan gorengan atau makanan berlemak tinggi, efeknya bisa lebih terasa.

Perut mulas dan bolak-balik ke kamar mandi pun tak terhindarkan.

Kenapa Tetap Banyak yang Suka?

Meski berisiko, makanan pedas tetap menjadi favorit.

Sensasi pedas dapat memicu pelepasan endorfin, hormon yang membuat seseorang merasa senang dan puas.

Setelah seharian menahan lapar dan haus, keinginan untuk menikmati makanan favorit menjadi lebih besar, termasuk makanan pedas.

Namun, penting untuk tetap memperhatikan cara dan waktu mengonsumsinya.

Tips Aman Makan Pedas Saat Buka Puasa

Agar tetap bisa menikmati makanan pedas tanpa mengganggu kesehatan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Awali buka puasa dengan air putih dan makanan manis ringan seperti kurma.

  2. Beri jeda 10–15 menit sebelum menyantap makanan utama.

  3. Jangan langsung mengonsumsi makanan sangat pedas dalam porsi besar.

  4. Kombinasikan dengan nasi atau makanan berkarbohidrat untuk menetralkan rasa pedas.

  5. Hindari makan pedas jika memiliki riwayat maag akut atau GERD.

Jika muncul gejala tidak nyaman, segera hentikan konsumsi dan minum air hangat.

Bila keluhan berulang, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.

Baca Juga: KDM Umumkan Bayar Pajak Kendaraan di Depok dan Bekasi Kini Tak Perlu Bawa BPKB, Cukup KTP dan STNK

Dengarkan Sinyal Tubuh

Setiap orang memiliki toleransi berbeda terhadap makanan pedas.

Ada yang tetap nyaman meski makan sambal saat berbuka, ada pula yang langsung merasakan perih di lambung.

Kuncinya adalah mengenali kondisi tubuh sendiri. Jangan memaksakan diri hanya karena ingin mengikuti tren atau selera sesaat.

Buka puasa seharusnya menjadi momen mengembalikan energi dengan cara yang sehat dan seimbang.

Makanan pedas bukan sepenuhnya dilarang, tetapi perlu dikonsumsi dengan bijak.

Terutama setelah perut kosong seharian, lambung membutuhkan adaptasi sebelum menerima makanan berat atau bercita rasa kuat.

Nikmati pedasnya secukupnya, agar ibadah Ramadan tetap lancar tanpa gangguan pencernaan.***