POJOKSATU.id - Tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa sudah berjalan 5 bulan, saya mengikuti magang nasional yang merupakan sebuah program dari Maganghub Kemenaker.
Sudah 5 bulan juga saya magang di PT. Pojoksatu Indonesia dengan posisi sebagai Creator Artikel. Posisi yang bahkan belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya.
Padahal sebelumnya, saya sempat merasa bingung dan takut dengan masa depan.
Karena setelah saya lulus kuliah, saya memilih untuk beristirahat dulu untuk sementara waktu sambil membuat portfolio untuk mencari pekerjaan.
Program magang ini bukan sekedar untuk mencari relasi baru, pengalaman baru, perjalanan baru ataupun ilmu baru.
Akan tetapi menurut saya, dari program magang ini bisa memberikan kita sebuah dunia baru bagi mahasiswa lulusan baru di dunia kerja.
Satu Tahun Perjuangan Setelah Kelulusan
Baca Juga: Heboh! Bupati Kudus Minta ASN Patungan THR untuk PPPK Paruh Waktu, Ini Alasannya
Halo nama Saya Pasha dengan memiliki nama panjang Pasha Salsabila Hanipa. Saya berasal dari keluarga sederhana di Bayongbong, tepatnya di Garut Jawa Barat.
Keluarga saya cukup sibuk dengan urusan nya masing – masing, ayah saya yang sebagai kepala keluarga tentunya mencari nafkah.
Lalu ibu saya sibuk dengan organisasi nya sekaligus bertemu dengan teman – temannya dan kaka saya juga yang sibuk bekerja.
Melihat bagaimana kesibukan mereka membuat saya merasa bingung dan takut karena setiap malamnya mereka selalu menceritakan apa saja aktivitas selama mereka menjalani.
Dua bulan setelah dinyatakan lulus oleh kampus dan masih disibukkan dengan dokumen – dokumen untuk wisuda.
Saya juga banyak memperbaiki CV , portfolio, memperbaiki linkedin yang bahkan jarang saya sentuh meskipun sudah mempunyai akun tersebut.
Di bulan Februari, saya mulai gencar mencari – cari pekerjaan secara online.
Saya sempat putus asa, meskipun kedua orang tua saya juga sering berkata tidak apa – apa untuk tidak langsung mendapatkan kerja.
Akan tetapi tetap saja saya merasa malu karena belum mendapatkan pekerjaan.
Kakak saya yang tahu kalau saya merasa putus asa, bilang kepada saya “ gak apa apa, beberapa teman teteh juga setahun setelah lulus baru dapet kerja, fokus dulu aja untuk ningkatin skill”.
Dari perkataan tersebut saya merasa terbantu dan mulai sedikit demi sedikit untuk Meningkatkan skill.
Selama 1 tahun tersebut, saya mulai mengikuti volunteer selama 6 bulan di sebuah komunitas mental health dengan posisi sebagai Content Writer.
Selama 6 bulan tersebut, saya banyak mendapatkan pengetahuan baru.
Mulai dari cara membuat sebuah konten tentang Kesehatan mental, berdiskusi untuk konten collab, mengikuti bonding tiap divisi bahkan mendapatkan sebuah penghargaan sebagai best staff pada saat itu.
Dan juga mengikuti program kelas bahasa inggris untuk mengisi waktu luang selama 3 bulan.
Awal Daftar MagangHub
Pada awalnya saya tidak berniat untuk mengikuti program dari maganghub ini.
Akan tetapi ketika saya sedang scrolling di media sosial yakni di X (twitter) ada satu menfess yang membuat saya berpikir “ini beneran emang?”.
Baca Juga: 7 Menu Takjil Murah Meriah dari Bahan Sederhana, Cuma Modal Tepung dan Gula Merah
Di menfess tersebut menyebutkan kalau maganghub kemnaker tersebut akan diberikan uang saku sesuai dengan UMK/UMP dari kota atau Kabupaten.
Saya langsung membuat akun diwebsite maganghub dan mendaftar dengan hanya dua perusahaan media.
1. Pojoksatu Indonesia menjadi salah satu yang saya daftar untuk mengikuti magang.
Awalnya saya berpikir tidak akan diterima oleh perusahaan karena saya memang hanya iseng mendaftar.
Baca Juga: 7 Menu Takjil Murah Meriah dari Bahan Sederhana, Cuma Modal Tepung dan Gula Merah
Akan tetapi, besok nya ketika di jam 18.00 saya terkejut mendapatkan email dari PT. Pojoksatu Indonesia bahwa saya harus mengisi sebuah form untuk mengikuti interview lanjutan.
Kemudian saya memberitahu kepada keluarga bahwa saya harus mengikuti interview secara online.
Pada Awalnya saya tidak akan mengisi form tersebut karena berlokasi lebih jauh dari Garut, akan tetapi ayah dan kakak saya meyakinkan saya untuk mengikuti interview tersebut.
Baca Juga: 7 Menu Takjil Murah Meriah dari Bahan Sederhana, Cuma Modal Tepung dan Gula Merah
Meskipun adanya penolakan dari ibu saya karena terlalu jauh dari Garut, saya pada akhirnya memilih untuk mengisi form tersebut.
Sesi Interview Bersama Peserta Lain
Interview dilakukan pada keesokan harinya, tepatnya di hari Sabtu siang jam 13.00 WIB.
Dari pagi saya sudah merasa campur aduk, dari takutnya salah jawaban dan sampai berpikir “gimana kalau gak keterima lagi”.
Baca Juga: Resmi! PPPK Kota Pekalongan Ditarik dari OPD, Kini Full Bertugas di 27 Koperasi Merah Putih
Bahkan saya sudah menuliskan jawaban – jawaban dari pertanyaan yang kemungkinan akan keluar saat interview.
Kemudian saat di pukul 13.00 WIB, satu persatu para peserta mulai masuk ke zoom meet yang sudah disediakan.
Sesi interview pun dimulai, saat pewawancara masuk dan memperkenalkan diri nya.
Baca Juga: 7 Menu Takjil Murah Meriah dari Bahan Sederhana, Cuma Modal Tepung dan Gula Merah
Beliau bernama Pak Guruh selaku pimpinan redaksi PT. Pojoksatu Indonesia.
Pada awalnya saat sesi perkenalan dimulai, suasananya agak tegang.
Karena ada beberapa peserta Wawancara yang menyampaikan pengalaman mereka selama diperkuliahan dengan sangat bagus dan membuat saya berkecil hati.
Sesi interview berjalan selama 1 jam 30 menit. Selama sesi tersebut, saya merasa enjoy dengan suasana tersebut karena saya merasa sedang mengikuti perkuliahan.
Baca Juga: Resmi! PPPK Kota Pekalongan Ditarik dari OPD, Kini Full Bertugas di 27 Koperasi Merah Putih
Setelah sesi interview Selesai, Pak Guruh selaku pewawancara berkata jika hasil Wawancara akan dibagikan pada malam harinya atau pada esok pagi melalui email dan via Whatsapp.
Dan saya cukup terkejut karena saya dihubungi kembali melalui email dan whatsapp.
Karena selama sesi interview saya tidak banyak memberikan jawaban yang cukup bagus.
Dari email dan personal chat tersebut menjelaskan jika yang diterima akan dimasukan ke grup khusus divisi dan peserta maganghub yang lainnya.
Hari Pertama Magang dan Tantangan Selama Magang
Hari pertama magang di senin pagi, membuat saya masih tetap tidak percaya.
Karena saya merasa bahwa senin lalunya, saya masih mencari loker dan dalam seminggu saya sedang mengikuti maganghub kemnaker.
Hari pertama magang di PT. Pojoksatu membuat saya agak deg degan dan agak takut untuk bersosialisasi meskipun dengan teman satu divisi.
Tapi Meskipun begitu, salah satu teman satu divisi saya yang berasal dari Bandung bernama Yulia menghubungi saya untuk pertama kalinya.
Kami bertukar informasi dan saling mendekatkan diri satu sama lain.
Baca Juga: Resmi! PPPK Kota Pekalongan Ditarik dari OPD, Kini Full Bertugas di 27 Koperasi Merah Putih
Selama beberapa hari kami saling bertukar informasi karena selama 2 minggu sebelum mengerjakan jobdesk nya.
Para peserta magang diharuskan untuk mengenal perusahaan yang kita tempati selama 6 bulan magang.
Setelah selesai dengan onboarding 2 minggu, di hari senin mulai benar-benar mengerjakan jobdesk, saya baru merasakan bagaimana cepatnya dunia media bergerak.
Target 15 artikel dalam sehari sempat membuat saya panik. Saya merasa keteteran.
Baru selesai satu tulisan, sudah harus berpikir tentang ide artikel untuk berikutnya.
Sambil menulis, saya harus memastikan judul menarik, isi tetap informatif, dan sesuai dengan kaidah penulisan berita. Rasanya seperti dikejar waktu setiap hari.
Beberapa kali saya merasa lelah, bahkan sempat bertanya dalam hati apakah saya sanggup.
Tetapi perlahan saya mulai menemukan ritmenya. Saya belajar mengatur waktu, membagi fokus, dan tidak terlalu keras pada diri sendiri ketika merasa tertinggal.
Baca Juga: 7 Menu Takjil Murah Meriah dari Bahan Sederhana, Cuma Modal Tepung dan Gula Merah
Dari situ saya sadar bahwa magang bukan hanya soal bekerja, tetapi juga tentang bertumbuh.
Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa dunia kerja tidak selalu berjalan pelan dan nyaman.
Kadang kita memang harus dipaksa berlari supaya tahu sejauh apa kemampuan kita.
Dan dari 15 artikel per hari yang dulu terasa menakutkan, justru di situlah saya belajar menjadi lebih cepat, lebih tangguh, dan lebih percaya diri.
Baca Juga: Resmi! PPPK Kota Pekalongan Ditarik dari OPD, Kini Full Bertugas di 27 Koperasi Merah Putih
Di tengah proses itu, saya juga menemukan teman-teman satu divisi yang benar-benar satu frekuensi.
Ketika saya tidak memahami sesuatu, mereka tidak ragu untuk membantu dan menjelaskan dengan sabar bagaimana caranya.
Mulai dari teknis penulisan, cara mencari sudut pandang berita, hingga strategi agar tulisan lebih menarik, semuanya dibagikan tanpa pelit ilmu.
Baca Juga: 7 Menu Takjil Murah Meriah dari Bahan Sederhana, Cuma Modal Tepung dan Gula Merah
Dukungan sederhana seperti itu membuat saya merasa tidak berjalan sendirian.
Dari yang awalnya penuh rasa takut dan ragu, saya justru menemukan lingkungan yang mendorong saya untuk terus berkembang dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
Dampak dan Harapan
Magang ini memberikan banyak dampak bagi saya, mulai dari ilmu baru tentang penulisan artikel yang sesuai kebijakan redaksi, SEO, dan berpeluang masuk Google Discovery.
Hingga pengalaman nyata menghadapi target 15 artikel per hari yang akhirnya melatih saya menjadi lebih cepat, tangguh, dan percaya diri dalam menganalisis isu.
Melalui program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan, saya juga mendapatkan relasi dan lingkungan kerja yang suportif.
Terutama teman-teman satu divisi yang satu frekuensi dan selalu membantu ketika saya belum paham.
Ke depannya, saya berharap pengalaman ini menjadi bekal kuat untuk terus berkembang dan berkarier di dunia media.***

