POJOKSATU.ID - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) semakin dikenal luas di kalangan petani.
Skema pembiayaan ini dinilai mampu menjadi solusi permodalan untuk mengembangkan usaha pertanian, khususnya dalam pengelolaan sawah dan pembangunan lumbung padi.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan modal petani terus meningkat.
Mulai dari biaya pengolahan lahan, pembelian bibit unggul, pupuk, pestisida, hingga pascapanen seperti penyimpanan gabah dan beras di lumbung padi.
Di tengah tantangan tersebut, KUR BRI hadir dengan bunga rendah dan persyaratan yang relatif mudah dijangkau.
KUR BRI dirancang untuk mendukung sektor produktif, termasuk pertanian.
Banyak petani mengaku terbantu karena dapat memperoleh akses pembiayaan tanpa harus memberikan agunan tambahan, khususnya untuk KUR Mikro.
Hal ini menjadi keunggulan utama yang membuat KUR BRI cepat populer di pedesaan.
Selain bunga yang terjangkau, tenor pinjaman KUR BRI juga cukup fleksibel.
Petani dapat menyesuaikan jangka waktu pembayaran dengan masa tanam dan panen.
Skema ini memberikan ruang bernapas bagi petani agar tidak terbebani cicilan di saat belum memasuki masa panen.
Modal dari KUR BRI sering dimanfaatkan petani untuk memperluas area tanam sawah, memperbaiki sistem irigasi sederhana, hingga membangun lumbung padi.
Keberadaan lumbung padi sangat penting karena memungkinkan petani menyimpan hasil panen lebih lama dan menjualnya saat harga lebih menguntungkan.
Tak sedikit pula petani yang menggunakan KUR BRI untuk membeli alat dan mesin pertanian (alsintan).
Penggunaan alsintan terbukti mampu meningkatkan efisiensi kerja dan menekan biaya produksi.
Baca Juga: Simulasi Gaji ke-13 2026! PNS, PPPK, dan Pensiunan Diprediksi Terima Segini Pertengahan Tahun
Dengan produktivitas yang meningkat, pendapatan petani pun ikut terdongkrak.
Dari sisi perbankan, BRI aktif melakukan pendampingan dan edukasi ke sentra-sentra pertanian.
Petugas BRI kerap turun langsung ke desa untuk memberikan informasi terkait pengajuan KUR, simulasi angsuran, hingga literasi keuangan.
Pendekatan ini membuat petani merasa lebih dekat dan percaya terhadap layanan perbankan.
Baca Juga: Polemik Panjang Berakhir, Salinan Ijazah Jokowi Resmi Diperlihatkan Usai Enam Kali Sidang
Popularitas KUR BRI di kalangan petani juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Akses modal yang mudah diharapkan mampu mendorong petani meningkatkan produksi padi dan menjaga ketersediaan beras di dalam negeri.
Ke depan, KUR BRI diprediksi tetap menjadi tulang punggung pembiayaan sektor pertanian.
Selama dikelola dengan perencanaan yang matang, KUR tidak hanya membantu petani bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas.
Dengan memanfaatkan KUR BRI secara bijak, petani memiliki peluang besar untuk menumbuhkan modal, memperkuat lumbung padi, serta mengoptimalkan potensi sawah sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan.***

