POJOKSATU.ID - Menjelang datangnya bulan puasa dan perayaan Idulfitri, isu kenaikan harga pangan kembali menjadi perhatian masyarakat.

Namun pemerintah memastikan bahwa harga eceran tertinggi (HET) sejumlah komoditas pangan strategis tetap dijaga stabil, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi lonjakan harga yang signifikan.

Stabilisasi harga ini dilakukan melalui penguatan stok nasional, pengawasan distribusi, serta intervensi pasar jika terjadi gejolak.

Langkah tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau selama Ramadan hingga Lebaran.

Baca Juga: Tangis Haru Warnai Penyerahan SK, Ratusan Honorer Kota Palu Resmi Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu

HPP Beras Dipastikan Aman

Salah satu komoditas utama yang menjadi perhatian adalah beras.

Pemerintah memastikan harga pokok produksi (HPP) beras berada dalam kondisi aman, seiring dengan ketersediaan stok yang mencukupi di tingkat nasional.

Dengan stok beras yang terjaga, potensi kenaikan harga menjelang puasa dinilai dapat ditekan.

Selain itu, distribusi beras dari daerah surplus ke wilayah defisit terus dioptimalkan agar tidak terjadi ketimpangan harga antarwilayah.

Baca Juga: KACAU! Banjir Bandang Purbalingga Mirip Tragedi Sumatera, Kayu Gelondongan Meluncur dari Lereng Slamet!

Stabilitas beras ini dinilai krusial, mengingat komoditas tersebut merupakan bahan pangan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Harga Bawang Merah Terkendali

Selain beras, harga bawang merah juga dipastikan relatif stabil.

Produksi dari sentra-sentra utama masih berjalan normal, sehingga pasokan ke pasar tetap terjaga.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau pergerakan harga bawang merah di pasar tradisional maupun modern.

Jika terjadi lonjakan harga di luar kewajaran, operasi pasar akan dilakukan untuk menstabilkan harga.

Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada komoditas bawang merah selama bulan puasa.

Harga Ayam Turun, Berpotensi Naik Tipis

Sementara itu, harga daging ayam ras saat ini terpantau mengalami penurunan di sejumlah daerah.

Baca Juga: BLT PKH dan BPNT Disebut Cair Gacor Mulai Februari 2026, Ini Sinyal dan Perkiraan Jadwalnya

Penurunan ini dipengaruhi oleh pasokan yang cukup melimpah serta permintaan yang belum sepenuhnya meningkat.

Namun demikian, menjelang Ramadan dan Lebaran, permintaan daging ayam diperkirakan akan naik.

Hal ini membuka peluang terjadinya kenaikan harga, meski diprediksi tidak akan signifikan.

Pemerintah menegaskan akan tetap menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar harga ayam tetap berada dalam batas wajar dan tidak memberatkan konsumen.

Baca Juga: The Alana Hotel Sentul City Hadirkan Verde Padel, Fasilitas Sporty yang Bidik Active Lifestyle

Pengawasan Harga Diperketat

Untuk memastikan stabilitas harga pangan, pengawasan di tingkat pasar terus diperketat.

Pemerintah pusat dan daerah bekerja sama melakukan pemantauan rutin terhadap harga dan stok, termasuk mengantisipasi praktik penimbunan.

Masyarakat juga diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying.

Dengan distribusi yang lancar dan stok yang mencukupi, kebutuhan pangan selama puasa dan Lebaran dipastikan dapat terpenuhi.

Secara umum, harga pangan strategis menjelang puasa dan Lebaran dipastikan terkendali.

HET dijaga, HPP beras aman, bawang merah stabil, dan harga ayam meski berpotensi naik, diperkirakan hanya mengalami kenaikan tipis.

Kondisi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani ibadah puasa.***