POJOKSATU.id - Banjir bandang menerjang wilayah Mrebet dan sekitarnya di Kabupaten Purbalingga pada Sabtu dini hari dalam peristiwa yang membuat warga teringat pada tragedi banjir bandang di Sumatera.

Arus deras bukan hanya membawa lumpur dan batu, tetapi gelondongan kayu raksasa yang meluncur dari kawasan lereng Gunung Slamet.

Menghantam permukiman warga hingga menimbulkan kerusakan parah.

Baca Juga: BLT PKH dan BPNT Disebut Cair Gacor Mulai Februari 2026, Ini Sinyal dan Perkiraan Jadwalnya

Dalam tayangan video amatir yang beredar luas di media sosial.

Terlihat air cokelat bergulung cepat sambil menyeret potongan kayu besar layaknya kereta cepat yang meluncur tanpa kendali.

Suara gemuruh air terdengar memekakkan telinga, membuat warga panik dan berlarian ke tempat yang lebih tinggi.

Baca Juga: BLT PKH dan BPNT Disebut Cair Gacor Mulai Februari 2026, Ini Sinyal dan Perkiraan Jadwalnya

Dikutip POJOKSATU.id dari Detik, banjir bandang terjadi akibat luapan mendadak Sungai Soso setelah hujan ekstrem mengguyur kawasan hulu.

Material kayu dan bongkahan tanah ikut terseret ke permukiman warga di Desa Serang dan Sangkanayu.

Sejumlah rumah dilaporkan rusak berat, bahkan ada yang hanyut bersama arus.

Baca Juga: BLT PKH dan BPNT Disebut Cair Gacor Mulai Februari 2026, Ini Sinyal dan Perkiraan Jadwalnya

Sebuah rumah produksi batako warga juga hilang total tersapu banjir.

Laporan lain yang dikutip POJOKSATU.id dari RMOL Jateng menyebut sejumlah jembatan penghubung turut rusak akibat hantaman kayu gelondongan.

Warga menyebut peristiwa itu terjadi cepat, hanya dalam hitungan menit sejak suara gemuruh pertama terdengar dari arah hulu.

Fenomena banjir bandang dengan muatan kayu besar ini jarang terjadi di Purbalingga, sehingga visual peristiwa tersebut langsung viral dan memicu perbincangan luas.

Pemerintah daerah kini melakukan pendataan kerusakan sekaligus mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan bila hujan ekstrem kembali turun.***