POJOKSATU.ID - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan momen getir ketika warga di Sukabumi harus melewati aliran deras sungai sembari menggotong keranda jenazah.
Warga Kampung Tanjung, Kecamatan Jampang Kulon gotong royong mengantar tetangga mereka yang meninggal ke TPU diseberang sungai Cikarang, tepatnya di Kampung Cibungur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran.
Bukan hanya sekali, warga sudah beberapa kali menggotong keranda melewati sungai Cikarang untuk sampai ke tempat pemakaman umum.
Baca Juga: 1,37 Juta Honorer Menunggu Kepastian, Ribuan Usulan Ditolak Jelang Tenggat PPPK Paruh Waktu
Kejadian tersebut terjadi 2 hari setelah Kemerdekaan Indonesia yang ke-80, di atas sungai Cikarang.
Dari momen tersebut, terpampang nyata bahwa tak semua warga di negeri ini dapat merasakan kemerdekaan dengan kehidupan yang nyaman dan aman.
Masyarakat harus melewati sungai untuk mengantar orang yang sudah tiada ke pemakaman, sembari mempertaruhkan nyawa sendiri.
Baca Juga: Resmi, Jam Kerja PPPK Paruh Waktu 2025 Hanya 4 Jam Sehari
Jembatan gantung yang menjadi akses vital untuk masyarakat beraktivitas sudah tak bisa dilewati karena terseret banjir pada bulan Maret lalu.
5 bulan berlalu, pemerintah setempat seakan menutup mata tidak tahu kondisi yang dialami warganya yang dulu rela mengantre di TPS demi mencoblos fotonya.
Sejak jembatan putus, aktivitas warga di kedua kecamatan itu harus melewati aliran sungai yang deras.
Baca Juga: Molor! Begini Jadwal Baru Pengumuman Madrasah Layak Belajar BAZNAS 2025
Mereka tak punya pilihan lain, karena jika memutar ke jalan lain, jaraknya mencapai 20 kilometer.
Terputusnya jembatan ini juga membuat para pelajar harus basah-basahan saat pulang pergi sekolah menyeberangi sungai Cikarang.
Air keruh berwarna cokelat yang ketinggiannya bisa mencapai lutut orang dewasa, membuat sejumlah pelajar harus ekstra waspada.
Terpeleset sedikit saja, tubuh kecil mereka bisa hanyut terbawa derasnya aliran sungai besar di Sukabumi ini.
Dari informasi yang beredar, jembatan gantung yang hanyut pada bulan Maret lalu, dibangun dengan swadaya oleh masyarakat.
Sebelumnya, jembatan gantung tersebut telah putus pada bulan Desember 2024, akibat terseret banjir besar hingga volume air di sungai Cikarang meluap.
Baca Juga: Inilah 6 Titik Kumpul Lokasi Evakuasi di Kota Bandung, Jika Gempa Besar Akibat Sesar Lembang Terjadi
Kini, kabarnya Pemerintah Desa beserta kecamatan memastikan Pemkab Sukabumi akan segera membangun jembatan gantung penghubung Kecamatan Jampang Kulon dan Waluran.
Dijadwalkan pengerjaannya akan mulai direalisasikan pada bulan September atau Oktober 2025.***

