POJOKSATU.id - Beberapa waktu terakhir isu tentang kekerasan sex sual dilembaga pendidikan tengah menjadi perbincangan publik, menanggapi hal itu, Korps PMII Putri Kota Bogor meluncurkan program Kopri Goes To Pesantren
Diketahui bahwa sejak dilantiknya pengurus cabang Korps PMII Putri Kota Bogor beberapa waktu lalu, melalui serangkaian program yang pernah dilakukan, pihaknya memang sangat intens mengawal isu kekerasan sexsual, salah satunya program Kopri Goes To Pesantren.
Peluncuran program Kopri Goes To Pesantren itu dilakukan saat momentum Harlah Kopri yang ke 56, pada Sabtu (26/11/23) kemarin.
Tentu saja Program yang bertajuk Kopri Goes To Pesantren itu mendapatkan banyak apresiasi, salah satunya Ketua Kopri PKC PMII Jawa Barat Winda Nur Maulida yang juga hadir saat momentum Grand Opening program tersebut.
Winda mengaku pihaknya sangat mendukung penuh atas terselenggaranya program Kopri Goes To Pesantren, bahkan dirinya membeberkan, program yang digagas oleh Korps PMII Putri Kota Bogor itu, harus menjadi contoh bagi pengurus Kopri lainnya karena hal tersebut, baru pertama kali diselenggarakan, terkhusus di wilayah Jawa Barat.
"Program Kopri Goes To Pesantren harus menjadi contoh bagi pengurus Kopri lainnya, karena sejauh ini, gagasan ini baru pertama kali ada, terkhsusus di wilayah Jawa Barat.
Oleh karena itu, saya selaku Ketua PKC Kopri PMII Jawa Barat sangat mendukung penuh program semacam ini, karena ini juga sebagai bentuk gerakan yang konkrit untuk menyelesaikan isu kekerasan sexsual di lembaga pendidikan, jadi bukan hanya sekedar teori saja". Jelas Winda.
Baca Juga: Tanggapi Isu Miring Tentang Gender, Kopri PMII UIKA Angkat Suara: 2023 Tolak Peran Ganda
Guna keberlangsungan program Kopri Goes To Pesantren Korps PMII Putri Kota Bogor menggandeng Ketua Forum Pondok Pesantren Kota Bogor K.H Muhammad Anshori, serta Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) daerah Kota Bogor. Dede Siti Amanah.
Sementara itu, Ketua Korps PMII Putri Kota Bogor, Rahmatul Ummah membeberkan program Kopri Goes To Pesantren ini didasari dengan PMA no.73 tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Agama lingkup Kementerian Agama, sehingga melalui program ini pihaknya akan fokus memberikan edukasi seputar sex education dan perundungan.
Sebagaimana termaktub dalam PMA no.73 tahun 2022 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Agama lingkup Kementerian Agama.
'Kopri Goes To Pesantren' ini akan lebih banyak memberikan edukasi seputar sex education dan perundungan, sehingga perempuan dan anak mampu belajar dengan aman dan nyaman. Beber Ammah, sapaan akrabnya, pada Pojoksatu.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) daerah Kota Bogor. Dede Siti Amanah, juga menjelaskan tantangan pondok pesantren di era modern ini, bukan hanya soal kurikulum, melainkan soal keamanan peserta didiknya, terkhsusus keamanan dari kekerasan sexsual, sehingga pihaknya juga sangat mendukung terselnggaranya kegiatan program Kopri Goes To Pesantren ini.
Program Kopri Goes To Pesantren akan dimulai selama Weekend di Bulan Desember, yang nantinya, para anggota dan kader Kopri Kota Bogor terbagi kedalam beberapa tugas, seperti menjadi narasumber, moderator,dan fasilitator.
Ammah pun beharap bahwa dengan adanya program Kopri Goes To Pesantren ini, dapat senantiasa menghentikan berbagai macam praktik kekerasan sexsual.
Mari sama-sama kita membangun kesadaran dan kekuatan untuk terus menciptakan iklim masyarakat yang adil dan setara.
Mengkampanyekan hak-hak perempuan bersama agar suara kita semakin terdengar dan power kita semakin besar untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan kelompok
Sehingga tidak ada lagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Khususnya di Kota Bogor, kita bahu-membahu untuk mewujudkan Kota Bogor Layak Anak danRamahKeluarga Pungkas Ammah.***
