POJOKSATU.id - Polisi akhirnya mengungkap alasan mahasiswi Unair Caroline Angelica bunuh diri pakai gas helium.

Seperti diketahui, Caroline Angelica ditemukan tewas dengan kepala terbungkus plastik dan leher dilakban.

Pada plastik tersebut terhubungan dengan selang yang menyambung pada tabung gas helium.

Baca Juga: Pelatih Brasil U 17 Bilang sangat Gila, Pelatih Ekuador U-17 sempat Remehkan GBT

Dugaan bunuh diri ini menguat dengan temuan 2 surat wasiat yang ditemukan di saku celana korban.

Selain itu, berdasarkan olah TKP, barang-barang milik korban di dalam masih tertata rapih.

"(Di dalam mobil) Nggak ada yang terlihat berantakan," ungkap Kanitreskrim Polsek Waru AKP Ahmad Yani di RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin malam.

Baca Juga: 3 Eks Kapolri Masuk Susunan TKN Prabowo, Purn TNI Tersisih, Ini Daftar Lengkapnya

Sementara menurut analisa sementara, korban sengaja menggunakan plastik untuk menutup rapat kepalanya.

Itu dilakukan diduga agar oksigen tidak bisa masuk.

Bersamaan dengan hal itu, korban memasukkan selang yang tersambung dengan tabung gas helium.

Baca Juga: Inilah Khasiat Minum Kopi Hitam di Pagi Hari

Berdasarkan sejumlah literatur, kata Yani, helium dalam jumlah dan waktu tertentu akan membuat orang yang menghirup helium akan meninggal dengan tenang.

Sebab terdapat senyawa di dalam helium yang bisa menghilangkan kesadaran dengan cukup cepat.

"(Bisa jadi) Mengurangi rasa sakit," beber Yani.

Meski begitu, penyidik masih terus mendalami dan melakukan penyelidikan penyebab pasti kematian Caroline Angelica.

Baca Juga: Polisi Bantah Penggerebekan Pesta Sabu di Salah Satu Kantor Desa di Karawang

Termasuk adanya kemungkinan lain, semisal kasus pembunuhan.

Hal itulah yang menjadi alasan pentingnya dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

"Hasilnya akan menjadi dasar pijakan dalam melakukan pendalaman," jelas dia.

Baca Juga: Mate Ningde

Di sisi lain, Yani menduga bahwa korban diduga tidak asal-asalan dan sengaja memilih tempat di area terbuka, meski masih di dalam mobil.

Diduga, Caroline sengaja melakukan hal itu dengan tujuan agar mudah dan cepat ditemukan.

"Kemungkinan bisa ditemukan lebih cepat," kata dia.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Tanggapi Kabar Bergabungnya Gibran ke Partai Golkar : Kita Sabar, Sabar Saja

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengungkap, korban merupakan mahasiswi asal Dhoho, Kota Kediri.

Selama ini Caroline tinggal bersama adiknya di sebuah apartemen di kawasan Genteng, Kota Surabaya.

Baca Juga: 12 Senpi Milik Syahrul Yasin Limpo Legal, Tapi KPK Tak Nyerah akan Telusuri Dugaan Gratifikasi

Berdasarkan keterangan adik korban, Caroline meninggalkan aparteman pada Sabtu 4 November 2023, sekitar pukul 15.00 WIB.

"Korban pamit pergi bersama temannya, kemudian memeluk adiknya dengan erat," ujarnya.

Dari apartemen korban, penyidik juga menemukan sebuah buku catatan milik Caroline.

Baca Juga: LPTK PPG Daljab dan Prajabatan Tentukan Kompetensi Guru, Link Penyelenggara Resmi Cek Disini, UT Juga Bisa

Buku catatan itulah yang kemudian menjadi petunjuk yang menguatkan perihal 2 surat wasiat korban.

Berdasarkan pemeriksaan, tulisan tangan di buku catatan itu identik dengan tulisan tangan pada 2 surat wasiat korban.

Kendati demikian, penyidik hingga kini masih enggan memastikan penyebab kematian korban sebelum mendapat hasil otopsi.

Baca Juga: Prabowo Puja-puji Jokowi di Perayaan HUT Golkar : Bapak Kalahkan Saya, Tapi Bapak Ajak Saya Berteman

Selain itu, polisi juga akan melakukan uji toksikologi terhadap sampel-sampel organ dalam korban.

Uji toksikologi ini penting dilakukan untuk memastikan kandungan racun dalam tubuh korban.***