POJOKSATU.id - Petugas Imigrasi Tri Fattah Firdaus diduga lebih dulu dianiaya WN Korea Selatan jatuh dari lantai 19 Apartemen Metro Garden.
Itu didasarkan pada sejumlah bukti yang didapat polisi usia melakukan olah TKP di salah satu unit Apartemen Metro Garden.
Petugas Imigrasi Tri Fattah Firdaus ditemukan tewas jatuh dari lantai 19 apartemen pada Jumat 27 Oktober 2023 dini hari.
Baca Juga: Trauma Ratusan Petugas Meninggal Pada 2019 Lalu KPU Jabar Perketat Perekrutan KPPS Pemilu 2024
Salah satu bukti dugaan penganiayaan adalah bercak darah.
Demikian disampaikan Dirreskriumum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Heryadi kepada wartawan di Polda Metro Jaya.
"Ditemukan tanda kekerasan ternyata setelah olah TKP, ditemukan bercak-bercak darah tanda-tanda yang lain yang mengarah terjadinya tindak pidana," ungkap dia.
Baca Juga: Ampuh dan Aman! Dr. Zaidul Akbar Bagikan Resep Alami Atasi Sakit Lambung dan Gerd
Kendati demikian penyidik hingga saat ini masih terus melakukan pendalaman.
Sementara berdasarkan pemeriksaan pada jenazah korban, juga ditemukan adanya bekas luka pada tubuh korban.
Hanya saja Hengki masih belum bisa memastikan penyebab pasti korban meregang nyawa.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Novel Motivasi dan Inspiratif Tentang Kehidupan, Mana yang Sudah Dibaca?
"Sementara belum kita temukan (penyebab kematian korban). tapi ada (bekas) luka," tutur dia.
Menurut Hengki, temuan dan bukti ini akan membantu penyidik dalam proses penyelidikan.
"Nanti kita akan cocokan apakah ada materi-materi yang ada di tubuh korban, di pelaku kita akan dalami juga." jelasnya.
"Bekas cakaran, kah? Darah, kah? Nanti akan kita dalami," sambung Hengki.
Baca Juga: Semifinal French Open 2023: Bakri Tantang Penakluk Juara Dunia, Cek H2H Kedua Pasangan di Sini!
Pernyataan Hengki Heryadi ini sejalan dengan kesaksian salah satu penghuni unit di lantai 18, Ridwan.
Dikutip Pojoksatu.id dari Tempo.co, Ridwan sempat mendengar suara keributan sekitar pukul 03.00 WIB.
Keributan itu melibatkan petugas Imigrasi Tri Fattah Firdaus dengan WN Korea Selatan berinisial KH.
"Masalahnya tidak tahu soal apa, tapi sempat ribut dan ramai," ungkap Ridwan.
Saking ributnya, peristiwa itu lantas memancing kegaduhan.
"Sampai sekuriti naik ke atas semua," tutur Ridwan.
Berdasarkan informasi, WN Korea Selatan berinisal KH itu baru 3 hari menghuni salah satu unit di Apartemen Metro Garden.
Akan tetapi tidak diketahui apakah KH hanya penyewa atau penghuni tetap di apartemen tersebut.
Sementara, WN Korea Selatan berinisial KH itu juga sudah diamankan setelah sebelumnya melakukan perlawanan dengan senjata tajam.***

