POJOKSATU.id - Ada dugaan kuat Korban mutilasi Sleman dimasak oleh kedua pelaku sebelum potongan-potongan tubuhnya dibuang di lokasi berbeda.
Dugaan korban mutilasi Sleman dimasak lebih dulu oleh pelaku itu didasarkan pada sejumlah barang bukti yang disita penyidik.
Dketahui, polisi sebelumnya memasang garis polisi di sebuah tempat kos di Dusun Krapyak, Triharjo, Sleman.
Baca Juga: Kesal tak Ada Penyelesaian, Akses Sekolah Dasar Lengkong Karya Ditembok Beton Pemilik Lahan
Dari tempat kos tersebut, polisi menyita sejumlah peralatan dapur.
Diantaranya kompor gas, tabung gas, panci, pisau, pacul, sampai ember.
Selain diduga kuat dimasak, kedua pelaku juga mengkonsumsi potongan tubuh korban mutilasi Sleman.
Baca Juga: IDI PWI
Dikutip Pojoksatu.id dari Radar Jogja, beredar informasi bahwa pelaku tidak hanya memotong-motong tubuh korban.
Melainkan juga memasak potongan tubuh korban.
Selanjutnya, sebagian dari potongan tubuh korban itu kemudian juga dimakan oleh kedua pelaku.
Baca Juga: Kamus PPPK : 32 Istilah Wajib Diketahui Pelamar P3K 2023, Pendaftaran Dibuka September
Informasi it dikuatkan dengan barang bukti kompor dan panci yang disita polisi dari tempat kos yang ditinggali pelaku.
Akan tetapi informasi tersebut masih belum dikonfirmasi oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes FX Endriadi.
"Tadi kami sampaikan, sementara kami melakukan pendalaman," jawab Endriadi kepada wartawan, pada Minggu 16 Juli 2023.
Baca Juga: Hari Ini Ketua Umum Relawan Pro Jokowi Dilantik Jadi Menkominfo Pengganti Kader Nasdem
Akan tetapi Endriadi membenarkan bahwa sejumlah barang bukti berupa sejumlah peralatan memasak itu memang didapat dari tempat kos pelaku berinisial W.
Endriadi juga berjanji akan menyampaikan informasi dan perkembangan lebih lanjut pada waktunya nanti.
Sebab sampai saat ini, kedua pelaku yang sudah ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Baca Juga: Rezim Gagal Hentikan Anies, Alternatif Poros Keempat Airlangga Jadi Capres, Ini Analisa Pengamat
"Yang jelas yang kami amankan (barang bukti) ada hubungannya dengan tindak pidana dan peristiwa tersebut (mutilasi)," bebernya.
Dieksekusi di Tempat Kos
Fakta lain yang terungkap adalah bahwa pembunuhan dan mutilasi itu dilakukan pelaku di tempat kos.
Tepatnya di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Triharjo, Sleman.
Saat ini, tempat kos tersebut sudah dipasang garis polisi tepat di bagian depannya.
Baca Juga: Klasifikasi Jabatan Fungsional Guru dan Non Guru PNS, Naik Pangkat Per 2 Tahun
Hanya saja tidak disebutkan eksekusi itu dilakukan kedua pelaku terhadap korban.
Demikian juga proses dan urutan pembunuhan sadis yang dilakukan pelaku kepada korban.
Akan tetapi Endriadi menyebut bahwa penyidik sudah melakukan penggeledahan dan pemeriksaan tempat kos dimaksud.
Baca Juga: Elektabilitas Prabowo Mentereng di Semua Kelompok Pemilih, Termasuk Kaum Milenial
Dari tempat kos itu pula, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diyakini berkaitan denan pembunuhan dan mutilasi Sleman.
Meski begitu, Endriadi juga tidak membeberkan secara detil barang bukti apa saja yang didapat dari TKP.
"Nanti hasil intensifnya akan kami sampaikan lagi. Tetapi yang jelas kami amankan ada hubungannya dengan tindak pidana dan peristiwa tersebut," jelas Endriadi.
Teman Sendiri
Endriadi juga mengungkap bahwa kedua pelaku mutilasi Sleman yang diamankan adalah W dan RD.
Berdasarkan kartu identitasnya, W merupakan warga Magelang, sedangkan RD warga DKI Jakarta.
Baca Juga: Harry Maguire Dipecat sebagai Kapten MU, Sinyal Hengkang Menguat
Sementara korban mutilasi diketahui berinisial R, yang merupakan seorang mahasiswa.
"Yang bersangkutan (korban) adalah mahasiswa di perguruan tinggi swasta di DIY," beber dia.
Endriadi menyatakan, usai menghabisi dan mutilasi korban, kedua pelaku langsung melarikan diri.
Baca Juga: Surya Paloh Dukung Jokowi 2014 Lalu Gara-gara Semangat Perubahan Revolusi Mental
"Pelaku diamankan di Bogor, Jawa Barat," ujarnya.
Hanya saja, Endriadi masih belum membeberkan motif mutilasi yang kembali menggegerkan Sleman itu.
"(Motif pembunuhan dan mutilasi) Masih dilakukan pendalaman," terangnya.
Endriadi juga mengungkap berdasarkan penelusuran, korban merupakan seorang mahasiswa.
Baca Juga: Pesan Menyentuh Harry Maguire Usai Dipecat sebagai Kapten Man United: Kecewa!
Endriadi menyebut, antara pelaku dengan korban, sebelumnya sudah saling kenal.
"Saling mengenal, sebagai teman," kata dia.
Kerja di Restoran
Terpisah, warga sekitar tempat kos pelaku mengaku tidak terlalu mengenal sosok penyewa tempat kos tersebut.
Saat ini, tempat kos itu sudah dipasang garis polisi.
Baca Juga: Surya Paloh Dukung Jokowi 2014 Lalu Gara-gara Semangat Perubahan
Pemasangan garis polisi itu dilakukan pada Jumat, 14 Juli 2023, dini hari.
Tempat kos tersebut berada di paling ujung, tepat di sisi jalan, dari 3 tempat kos lainnya yang sederet.
Salah seorang tetangga kos pelaku yang enggan disebutkan namanya, mengaku tidak tahu banyak soal penyewa tempat kos tersebut.
Baca Juga: Klasemen Liga 1 Usai Pekan Ke-3, Minggu 16 Juli: Barito Putera di Puncak
Yang ia tahu penyewa adalah seorang pria yang masih cukup muda berusia tidak lebih dari 30 tahun.
"Jarang ngobrol sama tetangga, tegur sapa. Soalnya jarang bergaul," ujarnya, Senin 17 Juli 2023.
Sepengetahuannya, pria itu bekerja di sebuah restoran.
Baca Juga: Satu Menteri Empat Wakil Menteri akan Dilantik Jokowi Besok, Ini Nama-nama yang Beredar
"Berangkatnya pagi, pulang malam. Jadi jarang ketemu," sambungnya.
Disebutkan pula bahwa pria yang kini sudah ditangkap polisi itu sudah menyewa tempat kos tersebut sejak Agustus 2022.
Hanya saja dia tidak pernah tahu dari mana asal pria pelaku mutilasi Sleman itu.
Baca Juga: 5 Alasan Park Hang Seo Layak Jadi Pelatih Persib Gantikan Luis Milla, Nomor 3 Sangat Masuk Akal
"Kaget sekali karena dibilang katanya itu pelaku mutilasi yang ramai kemarin," tuturnya.***




