POJOKSATU.id - Indonesia kembali membuka langkah diplomasi untuk mendapatkan kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029-2030.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono secara resmi menyampaikan pencalonan tersebut ketika mewakili Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat.
Pencalonan itu bukan langkah yang baru muncul tahun ini.
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan kampanye untuk periode 2029-2030, dengan pemilihan dijadwalkan berlangsung pada 2028.
Baca Juga: Lima Wakil Indonesia Berburu Tiket Semifinal Asian Games 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Dalam pidatonya, Sugiono menempatkan diplomasi bebas aktif, pengalaman Indonesia dalam misi kemanusiaan, serta kontribusi terhadap perdamaian dunia sebagai bagian dari landasan pencalonan.
"Yang Mulia Presiden, dengan semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonan diri untuk kursi tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030," kata Sugiono dalam pidatonya.
Bawa Pesan Perdamaian dan Dialog
Sugiono mengatakan Indonesia ingin terus mendorong persatuan, perdamaian, serta pemulihan kepercayaan terhadap sistem multilateral.
Baca Juga: Iran Tegaskan Program Nuklir Tak Bisa Ditawar, Meski Selat Hormuz Dibuka
Menurut dia, upaya menjaga perdamaian dunia perlu berjalan bersama penghormatan terhadap hukum internasional.
Indonesia juga ingin memastikan jalur dialog tetap terbuka di tengah berbagai persoalan global.
Jika nantinya mendapat kepercayaan sebagai anggota tidak tetap DK PBB, Sugiono menyampaikan Indonesia akan berusaha menjalin komunikasi dengan berbagai pihak.
"Indonesia akan berupaya menjaga dialog tetap terbuka, membangun kesamaan pandangan, dan mengubah tanggung jawab bersama menjadi kerja sama yang nyata," ujar Sugiono.
Baca Juga: Guru Honorer dan PPPK Paruh Waktu Dapat Sinyal Kepastian Karier pada 2027, Ini Skemanya
Pernyataan tersebut sejalan dengan tema Sidang Majelis Umum PBB ke-81 yang mengangkat gagasan pemulihan kepercayaan dan pengelolaan perubahan untuk membangun PBB yang mampu memberikan manfaat bagi semua.
Kembali Ingat Pesan Prabowo
Dalam pidatonya, Sugiono juga membawa kembali pesan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam forum PBB setahun sebelumnya.
Ia menegaskan Indonesia akan tetap menjunjung Piagam PBB dan membangun hubungan dengan berbagai negara.
Pendekatan tersebut, kata Sugiono, menjadi bagian dari cara Indonesia memperluas kerja sama internasional.
Baca Juga: Mantan Menag Lukman Hakim Tegaskan Ponpes Gontor Sangat Memuliakan Presiden Prabowo
"Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto di podium ini pada tahun lalu: seribu kawan masih terlalu sedikit, dan satu musuh sudah terlalu banyak. Pendekatan yang sama menjadi pedoman interaksi Indonesia dengan semua mitra. Melalui ASEAN, G20, D8, BRICS, MIKTA, dan PBB, Indonesia akan memperluas persahabatan demi mewujudkan kerja sama yang nyata," ucap Sugiono.
Indonesia sendiri disebut terus melakukan pendekatan diplomatik untuk menggalang dukungan dari negara-negara anggota PBB menjelang proses pemilihan kursi tersebut.
Sugiono kemudian menutup bagian pidatonya dengan kembali mengangkat pesan yang pernah disampaikan Prabowo di forum yang sama.
Baca Juga: Komunikasi Xi
"Satu tahun yang lalu, Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar kita semakin mendekat, bukan justru menjauh satu sama lain. Hari ini, saya meneruskan seruan tersebut," imbuhnya.
Bagi Indonesia, pencalonan sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030 menjadi bagian dari upaya memperbesar peran diplomasi di tingkat internasional.***




