POJOKSATU.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan target agar seluruh bus Transjakarta menggunakan kendaraan listrik pada 2030 mendatang.

Peralihan armada tersebut merupakan salah satu strategi yang ditempuh Pemprov DKI untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung perbaikan kualitas udara di Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Budi Awaludin menjelaskan bahwa proses elektrifikasi Transjakarta tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap hingga seluruh armada beralih ke kendaraan listrik.

"Pak Gubernur saat ini ya, juga menerapkan apa namanya berbagai program, salah satunya juga di tahun 2030 ini Prof, insyaallah Transjakarta itu sudah elektrik semua, EV," kata Budi.

Baca Juga: Besok Ada.Digiland Run 2026, Transjakarta Modifikasi Layanan, Sejumlah Rute Berubah

Budi mengungkapkan, jumlah bus listrik yang saat ini telah beroperasi dalam armada Transjakarta masih berada di kisaran 500 unit.

Jumlah tersebut nantinya akan terus ditambah seiring dengan target Pemprov DKI untuk memiliki sekitar 10 ribu armada Transjakarta pada 2030.

"Pak Gubernur menargetkan saat ini baru 500 unit Transjakarta (EV). Ditargetkan pada 2030, kita memiliki 10 ribu bus, dan target Pak Gubernur semuanya sudah EV," ujarnya.

Elektrifikasi armada Transjakarta diharapkan turut memberikan kontribusi terhadap upaya pemerintah memperbaiki kondisi udara di Ibu Kota.

"Mudah-mudahan kualitas udara kita semakin bagus seiring berbagai kebijakan yang kita jalankan untuk meningkatkan kualitas udara," sambungnya.

Baca Juga: Perhatian Warga Medan! Mulai 1 Januari 2025 Bus Listrik Dikenakan Biaya, Segini Tarifnya!

Tidak hanya mengubah armada Transjakarta menjadi kendaraan listrik, Pemprov DKI juga terus mengembangkan konektivitas antartransportasi umum di Jakarta.

Penguatan integrasi tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi dengan meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

Budi mengatakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut mendorong pengembangan jaringan transportasi yang saling terhubung sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan perjalanan.

"Saat ini jalur LRT sudah tembus Manggarai. Insyaallah tahun 2027 ya itu dimulai pembangunan dari Manggarai ke Dukuh Atas, dan MRT tembus Monas itu tahun 2027 pas lima abad, dan tembus Jakarta Kota itu di tahun 2030," jelas Budi.

Pengembangan jaringan tersebut juga mencakup rencana memperluas jangkauan sejumlah moda transportasi massal yang sudah tersedia di Jakarta.

Salah satunya melalui rencana perpanjangan jalur LRT dari kawasan Velodrome hingga terhubung dengan stasiun kereta cepat.

Budi menyebut konektivitas juga akan dikembangkan pada sejumlah titik lain untuk memperkuat jaringan transportasi umum di Jakarta.

Baca Juga: Meski Lift dan Eskalator Semua Halte Dimatikan Imbas Abu Vulkanik, Jam Operasional Transjakarta Berjalan Seperti Biasa

"Dan juga Pak Gubernur saat ini ya berusaha untuk melakukan dari LRT itu dari Velodrome tembus ke Whoosh dan dari apa namanya, Kelapa Gading ya tembus ke JIS. Nah, dengan konektivitas ini tentunya kita berharap masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi umum," imbuhnya.

Menurut Budi, jaringan transportasi yang semakin terintegrasi diharapkan membuat masyarakat lebih mudah berpindah dari satu moda ke moda lainnya.

Peningkatan penggunaan transportasi umum tersebut sekaligus diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan mendukung pengendalian emisi di Jakarta.***