POJOKSATU.id — Indonesia bersama Prancis berencana menggelar latihan militer gabungan dengan nama Garuda Guerrier di wilayah Prancis pada November 2026.
Persiapan agenda tersebut turut dibicarakan dalam pertemuan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Sjafrie menyampaikan bahwa salah satu pembahasan yang dibawa dalam kunjungan Catherine ke Indonesia adalah rencana pelaksanaan latihan Garuda Guerrier.
“Ini juga kehadiran Yang Mulia dalam rangka kita merencanakan latihan Garuda Guerrier di Prancis pada November tahun 2026,” ujar Sjafrie.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Terima Dubes Maroko, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia
Ia menjelaskan, pelaksanaan latihan tersebut merupakan bagian dari langkah kedua negara dalam mempererat kolaborasi di sektor pertahanan.
Saat ini, hubungan kerja sama militer Indonesia dan Prancis juga diwujudkan melalui latihan Air Maneuver Exercise (AMX) Pegase yang diikuti TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama French Air and Space Force.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, kedua pihak antara lain menjalankan simulasi Air-to-Air Refueling (AAR), yakni latihan pengisian bahan bakar pesawat ketika berada di udara.
Baca Juga: Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal, Mayjen Ketut Sampaikan Arahan Menhan, Gandeng Kemenkes
Simulasi itu melibatkan sebuah Airbus A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT), dua unit Rafale milik French Air and Space Force, dan dua unit Rafale yang dioperasikan TNI AU.
Selain membicarakan agenda latihan militer, pertemuan Sjafrie dan Catherine juga menjadi momentum penyelenggaraan pertama Annual Defense Minister Dialogue antara Indonesia dan Prancis.
Sjafrie menyebut perkembangan kemitraan pertahanan kedua negara turut didukung oleh hubungan positif yang terjalin di antara pemimpin Indonesia dan Prancis.
Baca Juga: Dikritik Para Aktivis, Rencana Menhan Sjafrie Bangun Yon TP Dinilai Lampaui Kewenangan Prabowo
Di sektor alutsista, hubungan bilateral tersebut salah satunya diwujudkan melalui kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia serta dimulainya pengerjaan kapal selam Scorpene pertama.
Proyek kapal selam tersebut dikerjakan PT PAL di Surabaya melalui kerja sama dengan Naval Group, perusahaan industri pertahanan asal Prancis.
Ke depan, pemerintah Indonesia akan melanjutkan penguatan hubungan pertahanan dengan Prancis melalui berbagai bentuk kerja sama.
Sjafrie menegaskan bahwa kemitraan tersebut tidak hanya berfokus pada pengadaan alat utama sistem persenjataan, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas personel dan peningkatan hubungan antarangakatan bersenjata.
Baca Juga: Massa Minta Presiden Evaluasi Menhan Sjafrie Terkait Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Ia mengatakan kerja sama yang terus diperluas diharapkan dapat menjaga perkembangan hubungan pertahanan Indonesia-Prancis sekaligus meningkatkan profesionalisme personel dari kedua negara.
“Ke depan ini kita akan terus bekerja sama untuk menunjukkan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Prancis terus berkembang dan berada pada momentum yang sangat positif tidak hanya untuk pengadaan alutsista tapi juga dalam peningkatan kemampuan profesionalisme personel dan hubungan antar angkatan bersenjata,” tutur Sjafrie.***




