POJOKSATU.id, CIANJUR—Rizki Apriansyah (18) pegawai kantin KM Virgo Transport 8 memberi kesaksian detik-detik mencekam terbaliknya kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9) dinihari.
Rizki telah kembali ke rumah orangtuanya di Desa Haurwangi, Haurwangi, Cianjur. Kisah Rizki berusaha menyelamatkan diri dari kapal diceritakan pamannya, Arif Rahman (36) kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Arif menuturkan, Rizki bekerja di bagian kantin KM Virgo Transport 8 setelah diajak oleh ayahnya yang bertugas sebagai pengawas kantin dan cleaning.
“Rizki dan ayahnya baru 2,5 bulan bekerja di sana, sejak kapal itu mulai beroperasi saja. Tetapi, kalau Pak Yusep sendiri sudah lama bekerja di kapal. Sebelum menikah juga sudah bekerja,” ujar Arif.
Baca Juga: Viral Soal Takaran BBM, Pertamina Sidak SPBU 34.461.36 Tasikmalaya Bersama Metrologi
Sebanyak 23 orang yang bekerja di kapal itu merupakan saudara dan kerabat Rizki.
“Dari 23 orang, 11 orang selamat, termasuk Rizki. Dua meninggal dunia, dan sembilan orang belum ditemukan, termasuk Pak Yusep (orang tua Rizki),” ujar Arif yang juga kru kapal lain ini.
Keponakannya sempat menceritakan kejadian yang dialaminya saat KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan pada Minggu (13/9/2026).
“Kejadiannya sekitar pukul satu dini hari. Para penumpang dan kru kebanyakan sedang tidur,” ujar Arif.
Menurut cerita keponakannya, tiba-tiba terdengar suara keras dari bagian bawah kapal. Setelah diperiksa, kapal ternyata sudah dalam kondisi miring dan air mulai masuk.
Baca Juga: Mayat ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis Terbawa Arus ke Enggano Bengkulu, Jauh dari Anak Krakatau
Situasi tersebut sontak membuat penumpang dan kru panik.
Mereka berusaha menyelamatkan diri setelah mengetahui kondisi kapal semakin miring.
“Katanya tidak sampai 15 menit, setelah kapal mulai miring langsung terbalik,” kata dia.
Menurut dia, Rizki yang saat itu telah mengenakan life jacket atau rompi pelampung, tiba-tiba tubuhnya terempas ombak hingga terjatuh ke laut.
“Rizki kemudian berpegangan pada tabung gas yang mengapung bersama korban yang lain,” ucapnya.
Arif menuturkan, Rizki bertahan di laut sekitar sembilan jam bersama sejumlah penumpang lainnya sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
“Untuk kakak ipar saya, atau ayahnya Rizki masih belum ditemukan keberadaannya,” kata Arif.***



.webp)
