POJOKSATU.id - Perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini diarahkan kepada 12 warga yang selamat dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.
Para korban masih berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, setelah insiden tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan uang tunggu sebesar Rp7 juta untuk masing-masing korban selamat.
Bantuan itu disiapkan selama mereka masih berada di Banjarmasin sebelum kembali ke daerah asal.
Dari 12 korban tersebut, sebanyak 11 orang diketahui berasal dari Kabupaten Garut.
Baca Juga: Setahun Jadi Menteri Keuangan, Segini Estimasi Pensiun Purbaya Yudhi Sadewa
Satu korban lainnya merupakan warga Kabupaten Cianjur.
Menurut Dedi, bantuan tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk kebutuhan perjalanan pulang.
Ada pula bagian yang diberikan sebagai bekal selama korban masih berada di Banjarmasin serta bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan di rumah.
"Rinciannya Rp2 juta untuk tiket pesawat pulang, Rp1 juta untuk bekal selama di sana, Rp4 juta untuk keluarga di rumah karena mereka kehilangan uang di kapal hasil kerja selama satu bulan," kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, Selasa 15 September 2026.
Baca Juga: Direktorat Pajak Sempat Dirombak Purbaya, Menkeu Baru Beri Tanggapan, Kita Diskusikan Ya
Dengan rincian tersebut, setiap korban mendapatkan dukungan untuk tiga kebutuhan sekaligus.
Mulai dari biaya tiket pesawat menuju daerah asal, kebutuhan selama masih berada di Banjarmasin, hingga bantuan untuk keluarga yang kehilangan pemasukan.
Dedi juga menyampaikan perhatian bagi keluarga apabila dalam kecelakaan tersebut terdapat korban yang meninggal dunia.
Ahli waris korban meninggal akan diberikan uang duka sebesar Rp25 juta untuk setiap korban.
Baca Juga: William Paputungan
Bantuan itu menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap warga Jawa Barat yang terdampak insiden kapal tersebut.
Terlebih, sebagian korban merupakan pekerja yang kehilangan hasil kerja selama satu bulan akibat kejadian tersebut.
Dedi berharap musibah Kapal Virgo Transport 8 tidak kembali terjadi.
Ia ingin kecelakaan tersebut menjadi kejadian terakhir sehingga tidak ada lagi warga yang harus mengalami peristiwa serupa.***




