POJOKSATU.id - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026, membawa pesan penting bagi hubungan kedua negara.

Di tengah forum ekonomi yang mempertemukan berbagai negara, kedua pemimpin kembali menunjukkan bahwa komunikasi Indonesia dan Rusia berada pada level strategis.

Pertemuan bilateral tersebut berlangsung dalam format working lunch di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.

Baca Juga: Wamen Stella Pastikan Penyetaraan Ijazah Luar Negeri Kini Terintegrasi dengan SISTER

Kehadiran Prabowo sekaligus menjadi sorotan karena Presiden Indonesia itu datang sebagai tamu kehormatan utama dalam forum ekonomi tersebut.

Putin secara langsung menyambut kedatangan Prabowo dan menilai intensitas komunikasi di antara keduanya sebagai gambaran eratnya hubungan bilateral Indonesia-Rusia.

“Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke Kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kita yang pribadi mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” ujar Presiden Putin.

Baca Juga: Link Pengumuman Hasil CAT PPIH Kesehatan Petugas Haji 2027 dan Jadwal MCU

Bagi Putin, kedatangan Prabowo bukan sekadar kunjungan biasa.

Ia juga menyampaikan apresiasi karena Presiden Indonesia bersedia hadir di Vladivostok sekaligus menjadi tamu kehormatan utama dalam EEF ke-11.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama. Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak hari ini. Selamat datang,” ungkap Presiden Putin.

Baca Juga: Babak Baru Penjaminan Mutu Pendidikan, Sekolah Kini Dituntut Berani Kenali Kekurangan

Prabowo Balas Sambutan Hangat Putin
Prabowo pun menyampaikan penghargaan atas sambutan pemerintah Rusia selama berada di Vladivostok.

“Terima kasih, Yang Mulia, Presiden Putin, Presiden dari Federasi Rusia. Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga membawa pesan diplomatik terkait dua momentum penting yang sebelumnya tidak dapat ia hadiri secara langsung.

Baca Juga: Pasar Baru Ditata, PTMP Gratiskan Sewa Bulan Pertama PKL M. Yamin

Presiden Indonesia menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada 12 Juni 2026 serta penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026.

Prabowo sekaligus meminta maaf karena tidak bisa menghadiri kedua agenda tersebut akibat persoalan dalam negeri yang membutuhkan kehadirannya.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan,” ungkap Presiden Prabowo.

Baca Juga: Pasar Baru Ditata, PTMP Gratiskan Sewa Bulan Pertama PKL M. Yamin

Namun, ketidakhadiran sebelumnya itu kemudian ia kaitkan dengan kunjungannya ke Vladivostok.

“Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” ucap Presiden Prabowo.

Bukan Sekadar Pertemuan Politik
Pertemuan Prabowo dan Putin berlangsung dalam momentum yang juga sarat dengan agenda ekonomi.

Eastern Economic Forum menjadi ruang bagi negara-negara peserta untuk membicarakan peluang kerja sama dan perkembangan ekonomi di kawasan.

Baca Juga: Telkom Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Siapkan Kedaulatan Digital Kampus Menuju Era Kuantum

Karena itu, posisi Prabowo sebagai tamu kehormatan utama memberi bobot tersendiri bagi kehadiran Indonesia.

Hubungan Indonesia-Rusia pun tidak hanya berbicara mengenai komunikasi antarpemimpin.

Pertemuan langsung kedua kepala negara menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan bilateral agar terus berkembang melalui berbagai bidang kerja sama.

Intensitas pertemuan Prabowo dan Putin juga menunjukkan bahwa jalur komunikasi tingkat tinggi kedua negara tetap terpelihara.

Baca Juga: Telkom Bawa EduMind Wellbeing dan AI Camp ke Makassar, Cetak Generasi Cakap Digital dan Tangguh Mental

Di tengah dinamika hubungan internasional yang terus berubah, komunikasi langsung seperti ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus membuka ruang kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

Dalam pertemuan itu, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares.

Baca Juga: Lima Miliar

Kehadiran jajaran menteri dari bidang ekonomi, investasi, energi, pendidikan, hingga diplomasi menunjukkan luasnya kepentingan yang dibawa Indonesia dalam kunjungan tersebut.***