POJOKSATU.id - Masyarakat yang sedang mencari pinjaman online perlu lebih teliti sebelum mengajukan dana.
Memastikan aplikasi atau perusahaan masuk dalam daftar resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi langkah penting agar tidak terjebak layanan pinjaman online ilegal.
Berdasarkan data OJK per 31 Agustus 2026, terdapat 94 penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) yang telah berizin dan dapat beroperasi secara legal.
Jumlah tersebut menjadi salah satu rujukan terbaru bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah layanan pinjaman online yang digunakan berada dalam pengawasan OJK.
Baca Juga: POCO X8 5G Siap Masuk Indonesia? Baterai 8.340mAh dan Sertifikasi TKDN Jadi Sinyal Kuat
Pasalnya, menggunakan layanan ilegal dapat membawa berbagai risiko, mulai dari biaya pinjaman yang tidak wajar hingga praktik penagihan yang bermasalah.
Daftar 94 pinjol resmi OJK September 2026
Berikut daftar penyelenggara LPBBTI yang tercatat berizin OJK berdasarkan data per 31 Agustus 2026:
Danamas – PT Pasar Dana Pinjaman
Amartha – PT Amartha Mikro Fintek
Dompet Kilat – PT Indo FinTek
Boost – PT Creative Mobile Adventure
Tokomodal – PT Toko Modal Mitra Usaha
Modalku – PT Mitrausaha Indonesia
Grup KTA Kilat – PT Pendanaan Teknologi Nusa
Kredit Pintar – PT Kredit Pintar Indonesia
Finmas – PT Oriente Mas Sejahtera
KlikA2C – PT Aman Cermat Cepat
Akseleran – PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia
Ammana – PT Ammana Fintek Syariah
PinjamanGO – PT Dana Pinjaman Inklusif
KoinP2P – PT Lunaria Annua Teknologi
Pohondana – PT Pohon Dana Indonesia
Mekar – PT Mekar Investama Sampoerna
AdaKami – PT Pembiayaan Digital Indonesia
Esta Kapital – PT Esta Kapital Fintek
KreditPro – PT Tri Digi Fin
FINTAG – PT Fintagra Homido Indonesia
RupiahCepat – PT Kredit Utama Fintech Indonesia
Crowdo – PT Mediator Komunitas Indonesia
Indodana Fintech – PT Artha Dana Teknologi
JULO – PT Julo Teknologi Finansial
Pinjamin – PT Progo Puncak Group
DanaKredi – PT Pindar Berbagi Bersama
OVO Finansial – PT Indonusa Bara Sejahtera
PinjamModal – PT Finansial Integrasi Teknologi
Alami – PT Alami Fintek Sharia
AwanTunai – PT Simplefi Teknologi Indonesia
Danakini – PT Dana Kini Indonesia
Singa – PT Abadi Sejahtera Finansindo
Danamerdeka – PT Intekno Raya
Easycash – PT Indonesia Fintopia Technology
Pinjamyuk – PT Kuaikuai Tech Indonesia
Finplus – PT Rezeki Bersama Teknologi
Uangme – PT UangMe Fintek Indonesia
PinjamDuit – PT Stanford Teknologi Indonesia
DANA SYARIAH – PT Dana Syariah Indonesia
BATUMBU – PT Berdayakan Usaha Indonesia
Cashcepat – PT Artha Permata Makmur
klikUMKM – PT Pinjaman Kemakmuran Rakyat
Pinjam Gampang – PT Kredit Plus Teknologi
cicil – PT Cicil Solusi Mitra Teknologi
lumbungdana – PT Lumbung Dana Indonesia
KrediOne – PT Inovasi Terdepan Nusantara
Kredinesia – PT Kreditku Teknologi Indonesia
Pintek – PT Pinduit Teknologi Indonesia
ModalRakyat – PT Modal Rakyat Indonesia
SOLUSIKU – PT Anugerah Digital Indonesia
Cairin – PT Idana Solusi Sejahtera
Danaku – PT Trust Teknologi Finansial
KLIK KAMI – PT Harapan Fintech Indonesia
Duha SYARIAH – PT Duha Madani Syariah
Invoila – PT Sol Mitra Fintec
Sanders One Stop Solution – PT Satustop Finansial Solusi
DanaBagus – PT Dana Bagus Indonesia
UKU – PT Teknologi Merlin Sejahtera
KREDITO – PT Fintek Digital Indonesia
AdaPundi – PT Info Tekno Siaga
Lentera Dana Nusantara – PT Lentera Dana Nusantara
Modal Nasional – PT Solusi Teknologi Finansial
Komunal – PT Komunal Finansial Indonesia
Restock.ID – PT Cerita Teknologi Indonesia
Avantee – PT Grha Dana Bersama
Gradana – PT Gradana Teknoruci Indonesia
Danacita – PT Inclusive Finance Group
Pijar – PT IKI Karunia Indonesia
Ivoji – PT Finansia Aira Teknologi
Indofund.id – PT Bursa Akselerasi Indonesia
iGrow – PT iGrow Resources Indonesia
Danai.id – PT Adiwisata Finansial Teknologi
DUMI – PT Fidac Inovasi Teknologi
LAHAN SIKAM – PT Lampung Berkah Finansial Teknologi
qazwa.id – PT Qazwa Mitra Hasanah
KrediFazz – PT KrediFazz Digital Indonesia
KreditOK – PT Doeku Peduli Indonesia
Aktivaku – PT Aktivaku Investama Teknologi
Danain – PT Mulia Inovasi Digital
Indosaku – PT Indosaku Teknologi Indonesia
EDUFUND – PT Fintech Bina Bangsa
GandengTangan – PT Kreasi Anak Indonesia
PAPITUPI SYARIAH – PT Piranti Alphabet Perkasa
BantuSaku – PT Smartec Teknologi Indonesia
danabijak – PT Digital Micro Indonesia
AdaModal – PT Solid Fintek Indonesia
SamaKita – PT Sejahtera Sama Kita
KawanCicil – PT Kawan Cicil Teknologi Utama
KlikCair – PT Klikcair Magga Jaya
ETHIS – PT Ethis Fintek Indonesia
SAMIR – PT Sahabat Mikro Fintek
UATAS – PT Plus Ultra Abadi
Asetku – PT Pintar Inovasi Digital
Findaya – PT Mapan Global Reksa
Jangan hanya mengandalkan nama aplikasi
Meski sebuah aplikasi dikenal luas, calon peminjam tetap perlu memastikan legalitasnya.
Nama aplikasi atau perusahaan harus dicocokkan dengan data penyelenggara yang tercatat dalam daftar resmi OJK.
Langkah ini penting karena masyarakat perlu mengetahui dengan jelas siapa pihak yang menjalankan layanan pendanaan sebelum menyerahkan data pribadi maupun mengajukan pinjaman.
Jangan sampai tergiur proses cepat, promosi, atau kemudahan pencairan tanpa lebih dulu memeriksa status izinnya.
Cara cek legalitas pinjol melalui WhatsApp OJK
OJK menyediakan layanan pengecekan legalitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara mandiri melalui WhatsApp OJK di nomor 081-157-157-157.
Caranya cukup sederhana, simpan terlebih dahulu nomor WhatsApp OJK tersebut di ponsel.
Setelah itu, buka WhatsApp dan kirim pesan “Menu”.
Pilih layanan “Cek Legalitas”, kemudian masukkan nama perusahaan atau aplikasi pinjaman online yang ingin diperiksa.
Tunggu balasan dari sistem mengenai status legalitas perusahaan tersebut.
Baca Juga: Pencairan TPG 2026 Bertahap, Wilayah Prabumulih Hingga Sulteng Sudah Terima Transferan
Dengan cara ini, masyarakat tidak perlu sekadar mengandalkan informasi yang beredar di media sosial atau promosi dari pihak tertentu.
Teliti sebelum mengajukan pinjaman
Keberadaan daftar penyelenggara berizin bukan berarti calon peminjam bisa langsung mengambil keputusan tanpa pertimbangan.
Kondisi keuangan, kemampuan membayar kembali, biaya pinjaman, tenor, dan ketentuan lainnya tetap perlu diperhatikan.
Yang paling penting, pastikan nama aplikasi atau perusahaan benar-benar sesuai dengan data resmi OJK.
Sebab, sedikit saja keliru membedakan layanan legal dan ilegal bisa menimbulkan persoalan di kemudian hari.***




