POJOKSATU.ID - Program Sekolah Rakyat kini tengah mengalami perkembangan pesat seiring dengan melonjaknya kapasitas penampungan siswa di berbagai wilayah.

Lonjakan ini terjadi bukan tanpa alasan, melainkan merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pemerataan akses pendidikan berkualitas.

Perkembangan yang begitu masif ini secara otomatis membawa konsekuensi logistik yang cukup besar di tubuh Kementerian Sosial.

Pihak kementerian kini harus berpacu dengan waktu untuk menyediakan tambahan ruang kelas, asrama, tenaga pengajar, hingga dana operasional harian yang tidak sedikit.

Baca Juga: Pencairan TPG 2026 Bertahap, Wilayah Prabumulih Hingga Sulteng Sudah Terima Transferan

Isu krusial mengenai ekspansi Sekolah Rakyat ini pun menjadi salah satu agenda panas dalam pertemuan antara Wakil Menteri Sosial dan Kepala Bappenas.

Pemerintah menyadari bahwa pembangunan fisik yang cepat harus diimbangi dengan perencanaan jangka panjang yang matang.

Pihak Bappenas secara khusus memberikan catatan tebal mengenai pemanfaatan sarana dan prasarana yang dibangun agar tidak sia-sia di kemudian hari.

Penggunaan gedung asrama atau dormitory serta fasilitas penunjang lainnya dituntut untuk dipikirkan fungsi dan keberlanjutannya sejak awal perencanaan.

Baca Juga: SKTP Sudah Terbit Tapi Uang Belum Cair? Jangan Panik, Ini Penjelasan Resmi Kemendikdasmen!

Jangan sampai fasilitas pendidikan yang dibangun dengan anggaran besar tersebut justru terbiarkan atau tidak beroperasi maksimal setelah proyek selesai.

Oleh karena itu, pengawasan ketat dan analisis tata kelola aset mulai dirancang bersama oleh kedua lembaga.

Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara yang masuk ke Sekolah Rakyat benar-benar memberikan dampak nyata.

Dampak nyata yang harusnya dirasakan bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Dengan perencanaan yang presisi, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga sustain dalam melahirkan generasi penerus yang unggul.***