POJOKSATU.id – Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkap detik-detik mencekam saat Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tiba-tiba miring ketika baru saja digunakan dalam rangkaian peresmian, Minggu (30/8/2026).
Citra menjadi salah satu orang yang berada di atas jembatan bersama rombongan undangan. Sebelum insiden terjadi, ia mengaku sempat merasakan jembatan mulai bergoyang ketika rombongan berjalan menuju bagian tengah.
Insiden terjadi setelah jembatan tersebut diresmikan dan rombongan mulai melintasinya. Puluhan orang berada di atas jembatan saat kejadian berlangsung.
Citra menceritakan, dirinya hadir sebagai undangan dan mengikuti rangkaian acara mulai dari penyambutan hingga prosesi pengguntingan pita.
Setelah pita digunting, para undangan kemudian berjalan melewati Jembatan Pongpet.
"Di agak tengah itu sudah mulai goyang. Saya sudah ngomong ke belakang, karena merasa sudah nggak stabil, jembatan sudah agak kencang," ujar Citra.
Merasakan kondisi jembatan semakin tidak stabil, Citra kemudian menoleh ke belakang dan meminta orang-orang yang berada di belakangnya untuk mundur.
"Saya nengok ke belakang untuk mundur. Saya sudah ngasih instruksi, mundur, mundur," tuturnya.
Namun, peringatan tersebut hanya berselang sebentar sebelum bagian jembatan mengalami kerusakan.
Citra mengatakan bagian yang patah berada di sisi kanan, sedangkan dirinya berada di sisi kiri. Kondisi itu membuat jembatan miring dan orang-orang yang berada di atasnya terpental.
Baca Juga: Guru PPPK Tak Otomatis Jadi PNS, 900 Ribu Berebut 500 Ribu Formasi pada 2027
"Yang patah itu kanan. Jadi jembatan itu miring dan orang terpental. Termasuk saya," ungkapnya.
Sempat Blank Saat Jembatan Patah
Citra mengaku sempat blank kesadaran setelah terpental.
Ketika sadar, ia mendapati dirinya berada dalam posisi setengah tengkurap di bagian pijakan jembatan.
Ia kemudian berusaha bertahan dengan memegang pelat yang berada di bagian tengah pijakan kayu.
"Sudah tidak sadar, lalu saya sadar posisi saya sudah setengah tengkurap dan saya memegang pelat yang ada di tengah pijakan. Kan pijakan itu kayu, tengah-tengah itu ada pelat. Itu yang saya pegang," jelas Citra.
Baca Juga: Gegara Kartu NU Prabowo Balik Lagi ke Muktamar NU, Candaan atau Sinyal 2029?
Dalam kondisi tersebut, sebagian tubuhnya sudah berada di bagian yang lebih landai, sementara dirinya masih berada di bagian pijakan kayu.
Beruntung, Citra kemudian mendapat pertolongan. Ia ditarik menuju bagian pinggir jalan hingga akhirnya berhasil menyelamatkan diri.
"Setelah itu saya ditarik sama pak camat Cijulang, naik saya ke jalan pinggir. Alhamdulillah saya selesai, sampai ke tujuan," katanya.
Citra juga mengaku tidak mengingat seluruh momen ketika jembatan tersebut mengalami kerusakan.
Baca Juga: SKTP Agustus 2026 Mulai Terbit, TPG Juli-Agustus Belum Serentak Cair ke Rekening Guru
Kejadian berlangsung sangat cepat hingga ia menggambarkan momen tersebut seperti sebuah kilatan.
"Yang saya ingat memang pas kejadian persis, pas patah itu kayaknya ngeblank," ujarnya.
Berdasarkan keterangan TNI AD, tali sling jembatan terlepas dari pengikat utama sehingga menyebabkan struktur jembatan menjadi miring.
Jembatan tersebut disebut memiliki batas kapasitas tertentu, sementara saat kejadian puluhan orang melintas secara bersamaan.
Baca Juga: Prabowo Janji Sekolah NU Dapat Layar Digital, Sebelumnya Prabowo Ingin jadi Anggota NU
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka, sementara Citra disebut mengalami memar dan sempat mengalami syok.



