POJOKSATU.id — Layanan LRT Jakarta yang menghubungkan Velodrome dan Manggarai siap digunakan setelah pembangunan jalurnya dinyatakan selesai sepenuhnya.
Selama masa awal operasional, penumpang masih dikenakan tarif tetap sebesar Rp5.000 untuk sekali perjalanan.
Kepastian mengenai tarif tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ketika melakukan pengecekan kesiapan fasilitas LRT Jakarta di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan, Senin, 24 Agustus 2026.
Pramono mengatakan pengerjaan jalur LRT Jakarta dari Velodrome menuju Manggarai sudah mencapai penyelesaian 100 persen.
Baca Juga: Bisa Dicek Hari Ini 26 Agustus, Ini Link Pengumuman Hasil Tes Substantif PPG Calon Guru 2026
Sementara itu, tarif Rp5.000 masih akan dipertahankan hingga Oktober 2026 sebagai bagian dari masa transisi.
"Jadi untuk sementara sampai dengan Oktober nanti tarifnya masih menggunakan tarif flat yang ada sekarang ini, Rp5.000 per perjalanan, flat," kata Pramono.
Setelah masa transisi selesai, besaran tarif LRT Jakarta akan kembali ditentukan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Pemerintah daerah saat ini masih membahas skema tarif yang nantinya akan diterapkan untuk layanan LRT Jakarta secara keseluruhan.
Baca Juga: Besok Mau Beraksi, Polisi Bubarkan Paksa Massa Demo 27 Agustus dari Gedung DPR Rabu Malam
Pramono berharap keputusan mengenai besaran tarif tersebut dapat ditetapkan pada Oktober mendatang setelah proses kajian dan pembahasan selesai dilakukan.
"Mudah-mudahan bulan Oktober sudah bisa diputuskan berapa tarif yang akan diberlakukan untuk LRT Jakarta secara keseluruhan, yang akan kita atur bersama-sama," ujarnya.
Di samping tarif umum, Pemprov DKI Jakarta juga sedang merancang ketentuan khusus untuk kelompok masyarakat tertentu.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari skema tarif yang disiapkan pemerintah.
Pada periode uji coba, sebanyak 15 kategori masyarakat mendapatkan kesempatan menggunakan layanan LRT Jakarta tanpa dipungut biaya.
Baca Juga: Bersiap OMI 2026, Cek Cabang Lomba, Syarat Peserta, Jadwal dan Tahapan Seleksi
Penyambungan jalur hingga Manggarai juga diperkirakan memberikan dampak terhadap jumlah pengguna LRT Jakarta.
Pemerintah DKI Jakarta melihat adanya potensi pertumbuhan penumpang setelah jaringan LRT terhubung dari Kelapa Gading hingga Manggarai.
Pramono memperkirakan jumlah penumpang pada fase awal operasional jalur yang telah tersambung tersebut dapat berada di kisaran 60.000 sampai 80.000 orang.
"Kami memprediksi jika sudah tersambung dari Kelapa Gading sampai ke Manggarai, jumlah penumpang berkisar antara 60 ribu hingga 80 ribu orang pada tahap-tahap awal," ungkapnya.
Baca Juga: OMI 2026 Bidang Riset, Ini 3 Ruang Lingkup Penelitian dan Kriteria Penilaian yang Wajib Dipahami Peserta
Kehadiran jalur Velodrome-Manggarai diharapkan dapat memperluas pilihan transportasi umum bagi warga Jakarta.
Koneksi tersebut sekaligus menjadi salah satu upaya meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat, khususnya yang memiliki aktivitas di sekitar kawasan Manggarai. ***




