POJOKSATU.id - Dusun Niaiba, Desa Kebiranga, Kecamatan Maokaro, Kabupaten Ende itu kini kosong dan ditinggalkan begitu saja usai diguncang gempa NTT.

Seluruh warganya yang kini trauma dan ketakutan memilih meninggalkan rumah yang mengalami kerusakan dan tinggal di pengungsian.

Lokasi pengungsian tersebut berada di sebuah tanah lapang tak jauh dari rumah warga di pesisir pantai.

Baca Juga: Mengunjungi RSUD Ende Pasca-gempa, Pasien Dirawat di Tenda, Tenaga Kesehatan Mulai Kelelahan

Jangan bayangkan tenda-tenda pengungsian yang ditinggali warga itu 'cukup layak'.

Melainkan didirikan dengan terpal seadanya yang disusun sedemikian rupa membentuk tenda.

Setidaknya warga tidak tidur beratapkan langit.

Baca Juga: Warga Desa Kebiranga Terdampak Gempa NTT Dapat Layanan Kesehatan Relawan GAN, Pijat Cimande Diminati

Di dusun dengan sekitar 500 jiwa atau 135 kepala keluarga (KK) inilah relawan Gerakan Anak Negeri menggelar layanan kesehatan dalam misi kemanusiaan.

Relawan GAN juga menyempatkan berkeliling ke pemukiman Dusun Niaiba yang berada di pinggir pantai, di seberang jalan dari lokasi pengungsian.

Di sana, tak ada aktivitas berarti di kawasan yang mayoritas dihuni para nelayan tersebut.

Baca Juga: Gempa Susulan Flores Capai 4.258 Kali, BMKG Prediksi Masih Berlangsung hingga 4 Minggu

Dusun nampak sepi, seperti kota mati.

Rumah-rumah ditinggal pemilik dan penghuninya yang takut terjadi gempa susulan yang bisa memperparah kerusakan bangunan.

Beberapa rumah nampak mengalami kerusakan cukup parah, bahkan ambruk. Kebanyakan struktur bangunannya mengalami retak-retak.

Ketua RT Dusun Niaiba, Sahabudin, mengatakan sejumlah rumah mengalami kerusakan total hingga tidak memungkinkan untuk ditempati kembali.

Sementara rumah yang secara fisik masih berdiri juga banyak mengalami retakan di bagian dalam.

Baca Juga: Viral Bantuan Gempa NTT 10 Telur 15 Kg Beras 250 ml Minyak 1 Dus Mi Instan untuk 1 RT 30 KK, kok BNPB Catat 776 Ton Logistik?

"Dari awal sampai saat ini belum ada yang berani perbaiki rumah," ucapnya kepada tim GAN, Minggu 23 Agustus 2026.

"Ada yang sebagian rata dengan tanah. Ada rumah yang hancur total, ada yang sedang dan ada yang kerusakannya kecil," sambung dia.

Dia mengakui memang ada beberapa rumah yang jika dilihat dari luar masih kokoh berdiri.

Baca Juga: Gempa NTT Terus Mengguncang, Jumlah Pengungsi Bertambah Jadi 110.785 Orang

Tapi di dalamnya ternyata mengalami kerusakan cukup parah.

Kondisi itu membuat warga memilih tetap bertahan di pengungsian karena khawatir terjadi gempa susulan.

"Yang terbangun bagus kelihatan dari luar, tapi di dalam semua retak. Jadi juga takut untuk ditinggali. Memang perlu ditangani," tuturnya.

Baca Juga: Prabowo Disentil, ke Paris Pakai APBN tapi Korban Gempa NTT Open Donasi

Sahabudin juga menjadi salah satu warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah.

"Rumah saya yang di atas ini hancur total. Untungnya saya punya dua rumah. Yang di bawah itu hanya sekadar dapur," tandasnya.***