POJOKSATU.id - Persaingan masuk Sekolah Unggul Garuda menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program pendidikan unggulan pemerintah.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sebanyak 3.935 peserta mengikuti proses pendaftaran dan verifikasi tahap pertama, tetapi hanya 307 siswa yang akhirnya dinyatakan lolos.

Jumlah tersebut tersebar di empat Sekolah Unggul Garuda baru yang mulai beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia.

Yakni Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT); Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; serta Bulungan, Kalimantan Utara.

Baca Juga: SMA Taruna Nusantara Resmi Jadi Sekolah Unggul Garuda Transformasi, Fokus Kuatkan STEM dan Kepemimpinan

Data tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan. Dari ribuan pendaftar, tingkat penerimaan hanya sekitar 7,8 persen. Dengan kata lain, kurang dari delapan dari setiap 100 pendaftar berhasil mendapatkan kursi di empat sekolah baru tersebut.

 

307 Siswa Terpilih dari Ribuan Pendaftar

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan empat sekolah baru tersebut telah beroperasi untuk tahun ajaran 2026/2027.

"Empat Sekolah Unggul Garuda Baru sudah beroperasi di Timor Tengah Selatan, Belitung Timur, Konawe Selatan, dan Bulungan."

Dari 307 siswa yang diterima, komposisinya relatif berimbang. Sebanyak 150 siswa atau 49 persen merupakan laki-laki, sedangkan 157 siswi atau 51 persen merupakan perempuan.

Tingginya jumlah pendaftar sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan Sekolah Unggul Garuda mulai menarik perhatian pelajar dari berbagai daerah, terutama dengan bertambahnya sekolah yang dibangun di luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Unsoed Buka Suara soal Desakan Pembatalan Satyalancana Karya Satya 2 Dosen, Begini Klarifikasinya

 

Pemerintah Perlu Perluas Akses

Penambahan empat sekolah baru menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan sekolah baru, tetapi juga memperkuat sekolah yang telah memiliki rekam jejak unggul melalui skema Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT).

Pada 2025, pemerintah menetapkan 12 SUGT. Jumlahnya bertambah menjadi 30 sekolah pada 2026, sehingga total terdapat 42 SUGT yang tersebar di 15 provinsi.

Pemerintah menargetkan jumlah SUGT terus bertambah hingga 80 sekolah dalam lima tahun. Target tersebut mencakup penambahan 20 sekolah pada 2027 dan 18 sekolah pada 2028.

Baca Juga: Pendaftaran STMKG 2026 Dibuka, 130 Formasi, Ini Syarat, Biaya, dan Cara Daftarnya

Namun, angka 3.935 pendaftar berbanding 307 siswa juga menjadi gambaran bahwa Sekolah Unggul Garuda masih memiliki daya tampung yang jauh lebih kecil dibandingkan minat masyarakat.

Jika jumlah peminat terus meningkat, perluasan kapasitas sekolah dan pemerataan lokasi menjadi tantangan berikutnya.

Tanpa penambahan daya tampung, sebagian besar siswa yang berminat tetap harus tersisih meski memiliki potensi akademik yang baik.

Dengan hadirnya sekolah baru di NTT, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara, pemerintah setidaknya mulai memperluas sebaran program pendidikan unggulan agar tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu.