POJOKSATU.id - Pendaftaran STMKG 2026 segera dibuka bagi lulusan SMA, MA, SMK, atau sederajat dari semua jurusan.

Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) merupakan sekolah kedinasan di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pada Penerimaan Taruna Baru (PTB) STMKG 2026, tersedia 130 formasi jenjang Sarjana Terapan (D4) yang tersebar dalam empat program studi.

Lulusan STMKG nantinya akan bekerja di BMKG. Karena itu, calon peserta juga harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: 2 Ganda Putri Indonesia Lolos 16 Besar Kejuaraan Dunia, Bagaimana Peluang Menang Kamis Besok?

Formasi STMKG 2026

Sebanyak 130 formasi PTB STMKG 2026 terbagi menjadi formasi nasional dan formasi afirmasi.

Formasi nasional diperuntukkan bagi peserta dari seluruh wilayah Indonesia. Sementara formasi afirmasi diberikan kepada peserta dari wilayah yang memenuhi ketentuan afirmasi.

Kesempatan ini terbuka bagi laki-laki maupun perempuan yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi, akademik, kesehatan, dan tahapan seleksi.

Baca Juga: Kualitas Tebu PP Kahyangan Jember Dipuji Disbun Jatim, Rendemen di Atas 7 Persen Jadi Bukti Keberhasilan Budidaya

Syarat Masuk STMKG 2026

Berikut persyaratan umum yang perlu diperhatikan calon peserta:

  1. Laki-laki atau perempuan.

  2. Warga Negara Indonesia (WNI).

  3. Sehat jasmani dan rohani.

  4. Tidak buta warna.

  5. Diperbolehkan berkacamata dengan ketentuan lensa sferis maksimal minus 4D atau lensa silindris maksimal minus 2D.

  6. Bersedia menjalani pengobatan LASIK dengan biaya sendiri apabila diterima atau lulus seleksi.

    Baca Juga: Pendaftaran PKN STAN 2026 Dibuka, Cek Kuota 1.000 Formasi, Syarat dan Tahapan SKD CAT BKN

  7. Berusia minimal 15 tahun dan maksimal 23 tahun pada 1 November 2026.

  8. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.

  9. Bebas narkoba yang dibuktikan melalui tes kesehatan.

  10. Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain.

  11. Memiliki tinggi badan minimal 155 cm untuk laki-laki dan 150 cm untuk perempuan dengan berat badan seimbang.

  12. Bersedia bekerja di BMKG sesuai ketentuan sejak dinyatakan lulus pendidikan.

  13. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.

    Baca Juga: Sekolah Kedinasan Kemenhub 2026 Buka 891 Formasi, Cek Syarat, Nilai dan Jadwal Seleksi

Khusus peserta afirmasi, terdapat persyaratan tambahan terkait wilayah kelahiran, domisili, atau riwayat pendidikan.

Wilayah afirmasi meliputi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Maluku.

Peserta afirmasi juga harus telah menyelesaikan pendidikan SD, SMP, atau SMA/sederajat di provinsi yang termasuk wilayah afirmasi.

Khusus peserta afirmasi Orang Asli Papua (OAP), diperlukan rekomendasi dari Majelis Rakyat Papua (MRP).

Baca Juga: Hasil Wakil Indonesia di Hari Ketiga Kejuaraan dunia BWF 2026: Siapa yang Sudah Lolos 16 Besar?

Syarat Akademik

Calon taruna harus merupakan lulusan atau akan lulus SMA, MA, SMK, atau sederajat dari semua jurusan.

Bagi peserta yang lulus pada 2026 tetapi ijazahnya belum terbit, dapat menyertakan Surat Keterangan Lulus (SKL) atau surat keterangan aktif sebagai siswa kelas 12 sesuai ketentuan pendaftaran.

Tahapan Seleksi STMKG 2026

Seleksi penerimaan taruna baru STMKG dilakukan melalui beberapa tahapan.

  1. Pendaftaran dan seleksi administrasi.

  2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

  3. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

  4. Seleksi kebugaran, kesehatan, dan wawancara.

  5. Pengumuman kelulusan akhir.

    Baca Juga: Cianjur jadi Sentra Swasembada Bawang Putih, Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilo?

Untuk dapat diterima sebagai taruna-taruni STMKG, peserta harus memenuhi seluruh persyaratan administrasi, memiliki ijazah SMA/MA/SMK atau sederajat, lulus SKD, serta lulus seluruh seleksi lanjutan.

Tes Kebugaran STMKG

Salah satu tahapan penting adalah tes kebugaran menggunakan metode Cooper Test dengan lari sejauh 2,4 kilometer.

Nilai tertinggi, yaitu 100, diberikan kepada peserta yang mampu menyelesaikan jarak tersebut dalam waktu kurang dari 8 menit 37 detik untuk laki-laki dan kurang dari 11 menit 50 detik untuk perempuan.

Sementara nilai 50 atau kategori sangat kurang diberikan untuk catatan waktu lebih dari 15 menit 31 detik bagi laki-laki dan 18 menit 31 detik bagi perempuan.

Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak hanya mempersiapkan kemampuan akademik, tetapi juga mulai melatih kebugaran sebelum memasuki tahapan seleksi.

Baca Juga: Momen HUT RI, Remaja Putri di Bogor Bundir Karena Kemiskinan, HP-nya Digadai Ayah Buat Makan

Aspek Wawancara

Wawancara juga menjadi bagian dari seleksi lanjutan. Beberapa aspek yang dinilai meliputi:

  • Motivasi dan komitmen atau grit.

  • Kemampuan berpikir kritis dan strategis.

  • Kemampuan menyelesaikan masalah.

  • Kemampuan interpersonal.

  • Kesadaran diri.

  • Kecerdasan emosi.

  • Kemampuan belajar cepat dan mengembangkan diri atau growth mindset.

Nilai tertinggi 81–100 diberikan kepada peserta yang menunjukkan pemahaman sangat baik, mampu memberikan jawaban komprehensif, logis, relevan, serta mempertimbangkan berbagai aspek dalam menyelesaikan masalah.

Baca Juga: Pendaftaran STIN 2026 Dibuka, Ini Syarat Lengkap dan Tahapannya, Lulusan SMA-SMK Bisa Kuliah Gratis dan Jadi CPNS

Biaya Seleksi STMKG 2026

Berbeda dengan biaya pendidikan yang ditanggung negara, biaya selama proses seleksi menjadi tanggungan peserta.

Rinciannya:

  • Biaya pendaftaran STMKG: Rp75.000.

  • CAT BKN untuk SKD: Rp100.000.

  • CAT BKN untuk SKB: Rp100.000.

Sementara itu, peserta yang telah dinyatakan diterima sebagai taruna tidak perlu membayar biaya pendidikan selama mengikuti pendidikan di STMKG karena biaya pendidikan ditanggung negara.

Dokumen Pendaftaran

Calon peserta perlu menyiapkan sejumlah dokumen, antara lain:

  1. Bukti pembayaran pendaftaran STMKG sebesar Rp75.000.

  2. Pasfoto terbaru dengan latar belakang merah dalam format JPG, maksimal 500 KB.

  3. KTP, KK, KIA, atau surat keterangan dari Dukcapil dalam format JPG, maksimal 500 KB.

    Baca Juga: Rencana Pemerintah Prabowo, Orang Kaya Desil 9 dan 10 akan Dilarang Beli Pertalite, Masih Dikaji

  4. Ijazah SMA/MA/SMK, SKL, surat keterangan aktif kelas 12, atau rapor kelas 12 semester 1 dalam format PDF, maksimal 1.000 KB.

  5. Dokumen tambahan bagi peserta afirmasi daerah berupa akta kelahiran dan/atau KK.

  6. Peserta afirmasi OAP wajib mengunggah akta kelahiran dan/atau KK serta surat keterangan OAP dari MRP dengan stempel basah dalam format PDF, maksimal 2.000 KB.

Peserta afirmasi juga perlu memastikan dokumen yang diunggah sesuai dengan wilayah afirmasi yang dipilih.

Cara Daftar STMKG 2026

Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi STMKG dan SSCASN BKN. Berikut langkah yang perlu dilakukan:

  1. Baca dan cermati pengumuman PTB STMKG melalui portal resmi PTB STMKG.

  2. Buat akun melalui portal SIMAS STMKG dan lakukan pembayaran Rp75.000.

  3. Simpan bukti pembayaran.

    Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman di Indramayu, Penyaluran Terus Dipantau

  4. Buat akun melalui portal SSCASN BKN.

  5. Unggah bukti pembayaran dan dokumen pendaftaran sesuai ketentuan.

  6. Login kembali ke SSCASN menggunakan NIK dan kata sandi yang telah dibuat.

  7. Pilih STMKG. Peserta hanya dapat memilih satu sekolah kedinasan.

  8. Periksa kembali seluruh data pada resume pendaftaran.

  9. Cetak bukti pendaftaran.

Pendaftaran PTB STMKG 2026 dijadwalkan mulai 18 Agustus 2026. 

Baca Juga: Rencana Pemerintah Prabowo, Orang Kaya Desil 9 dan 10 akan Dilarang Beli Pertalite, Masih Dikaji

Calon peserta sebaiknya tidak menunda pendaftaran karena setiap tahapan memiliki jadwal dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Kesempatan masuk STMKG bukan hanya tentang mendapatkan pendidikan kedinasan secara gratis. 

Peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan juga dipersiapkan untuk mengabdi di BMKG dan bersedia ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, persiapan akademik, fisik, administrasi, hingga mental perlu dilakukan sejak awal. ***