POJOKSATU.ID - Pemerintah merilis daftar wilayah pesisir yang berada dalam ancaman serius terpaan gelombang tsunami akibat gempa bumi Flores.

Wilayah-wilayah yang masuk dalam daftar peringatan tinggi ini mendiami kawasan utara Nusa Tenggara Timur serta pesisir selatan Sulawesi Selatan.

Kawasan NTT yang berstatus rawan mencakup Pesisir Utara Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Ende, hingga Kabupaten Sikka.

Sementara itu untuk wilayah Sulawesi Selatan, ancaman tsunami melingkupi kawasan Selayar, Jeneponto, serta Kabupaten Bantaeng.

Baca Juga: BMKG Catat Kenaikan Muka Air Laut, Potensi Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Titik Pesisir NTT dan Sulawesi

Berdasarkan pemodelan matematis awal, ketinggian gelombang tsunami yang dapat menerjang wilayah-wilayah tersebut diprediksi berada pada rentang 0,5 meter hingga 3 meter.

Waktu kedatangan gelombang diperkirakan telah melampaui garis pantai sejak beberapa saat pascaguncangan gempa utama terjadi.

Perbedaan waktu kedatangan gelombang di tiap daerah dipengaruhi oleh jarak geografis dari episentrum serta topografi dasar laut.

Kondisi ini menuntut adanya tindakan cepat dari pemerintah daerah setempat untuk mengarahkan warga ke lokasi yang lebih tinggi.

Baca Juga: BMKG Cabut Ancaman Tsunami Flores, Masyarakat Diminta Tetap Waspada di Area Pantai Pasca Gempa M 7,7 NTT

Jalur evakuasi darurat harus segera dibuka agar masyarakat pesisir dapat bergerak menjauhi zona bahaya secara teratur.

Pihak berwenang mengingatkan bahwa gelombang pertama yang tiba di pantai belum tentu merupakan gelombang dengan ukuran terbesar.

Rangkaian gelombang lanjutan yang berpotensi memiliki energi lebih kuat dapat menyusul dalam jeda waktu beberapa jam ke depan.

Penyiapan tempat penampungan sementara di area perbukitan atau struktur bangunan tinggi kini menjadi prioritas utama penanganan bencana.

Kerja sama antara aparat keamanan dan relawan terus digalang untuk meminimalkan potensi jatuhnya korban jiwa di zona terdampak.***