POJOKSATU.id, JAKARTA-- Manajemen The Sounds Project menyatakan marah, kecewa, dan mengecam aksi tantangan melafalkan Alquran dengan imbalan minuman keras (miras) yang berlangsung di booth Newport dalam festival musik tersebut.
Sikap itu disampaikan manajemen The Sounds Project melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram @thesoundsproject setelah video tantangan tersebut viral di media sosial.
"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut," tulis manajemen The Sounds Project.
Baca Juga: Tantangan Baca Alquran Diberi Hadiah Minuman Keras Telah Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Manajemen menegaskan, pihaknya tidak pernah membenarkan aktivitas yang menjadikan agama sebagai bagian dari tantangan ataupun promosi produk.
"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tulisnya.
Manajemen juga menegaskan aktivitas tersebut tidak pernah diarahkan maupun disetujui oleh penyelenggara.
Menurut mereka, kejadian tersebut melibatkan banyak pihak sehingga manajemen perlu memastikan kebenarannya sebelum mengambil langkah.
Baca Juga: Terkait Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta di Jaksel, Begini Tanggapan Mendikdasmen
"Kejadian tersebut melibatkan banyak pihak dan harus kami pastikan kebenarannya, agar langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan," tulis manajemen.
The Sounds Project menyatakan telah menegur pihak sponsor terkait. Manajemen juga meminta sponsor menyelesaikan persoalan tersebut hingga tuntas.
"Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas," tulis manajemen.
Selain itu, pihak sponsor diminta mengidentifikasi orang-orang yang terlibat langsung dalam insiden tersebut.
"Kami melakukan pengawasan ketat agar pihak sponsor segera mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung pada insiden tersebut untuk dapat dipertanggungjawabkan secara penuh," tulisnya.
The Sounds Project juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Manajemen menegaskan penghormatan terhadap agama dan keyakinan seluruh penonton merupakan nilai yang mereka pegang dalam penyelenggaraan acara.***




