POJOKSATU.id, JAKARTA -- Advokat Tim Hukum Muslim, Muhammad Rizky, melaporkan event organizer dan pembaca acara (MC) salah booth di festival musik The Sounds Project ke Polda Metro Jaya, Selasa (11/8/2026).
Mereka dilaporkan karena diduga membuat sayembara atau tantangan bacaan ayat Al-Quran dengan hadiah minuman keras pada Minggu (9/8/2026) malam lalu.
Muhammad membuat laporan ini karena merasa tersinggung dan sakit hati sebagai pemeluk agama Islam.
Muhammad Rizky mengatakan, ada lima pihak yang dilaporkan oleh dia dalam laporan LP/B/5914/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
“Kami membuat LP (Laporan Polisi) terkait dugaan tindak pidana penistaan agama yang ada di acara festival musik kemarin ya,“ kata Muhammad saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa.
Lima orang tersebut meliputi orang-orang dari event organizer The Sounds Project, MC berinisial RES dan satu MC lainnya, serta pihak booth Newport.
Baca Juga: Posisi Penyidik Tim 9 Kejagung Kuat Hadapi Febrie Adriansyah, Gugatan Praperadilan Bakal Ditolak
Muhammad membuat laporan ini karena merasa tersinggung dan sakit hati sebagai pemeluk agama Islam.
“Kami juga dari Advokat Muslim merasa bertanggung jawab untuk proses hukum mereka dikarenakan ini menjadi ladang jihad kami juga dalam profesi hukum ini,” jelas Muhammad.
Dia berharap, laporan ini juga dapat ditindaklanjuti dengan pembatasan peredaran minuman keras di Indonesia. Meski pihak booth Newport sudah menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka, Muhammad tetap berharap agar laporan tersebut tetap diselidiki pihak kepolisian.
Termasuk tentang pengakuan MC berinisial RES yang mengatakan bahwa tantangan itu disampaikan oleh salah satu audiens yang mengambil alih mikrofon dari tangannya.
“Nanti pihak kepolisian akan melakukan proses penyelidikan, penyidikan lanjutan yang kemudian nanti akan dipastikan dalam proses tersebut,” ujar dia.
Baca Juga: Kabinet Ampera, Jalan Panjang Peralihan Kekuasaan: Dibentuk Soekarno, Dijalankan Soeharto
Menurut Muhammad, permohonan maaf Newport tak serta merta membuat tindakan dugaan penistaan agama itu selesai.
Dia tak akan memilih jalur damai dalam perkara ini.
“Tidak ada. Permintaan maaf itu urusan mereka, proses hukum tetap berjalan,” tegas dia.
Sementara itu, pihak EO dan MC festival musik ini telah dipanggil untuk diklarifikasi oleh Polres Metro Jakarta Utara hari ini.
Menurut unggahan @Jakartalk di X, tampak sekelompok orang di depan booth bernama Newport.
Seorang perempuan berbaju putih tampak memegang mikrofon sambil melantunkan ayat suci Al-Quran. Setelah selesai, semua orang bersorak.
Unggahan lain oleh pembawa acara di Instagram, yang kemudian sudah dihapus, menyebutkan bahwa saat itu tantangan disampaikan oleh audiens di depan booth produk minuman itu.
“Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu,” tulis Ega dalam unggahannya, Selasa.
Menurut MC bernama Ega itu, pihak brand tidak ada sangkut pautnya dengan tantangan itu karena disampaikan secara spontan oleh audiens. Ega pun mengakui kelalaiannya, karena membiarkan audiens mengambil alih tugasnya.
“Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audience tersebut,” sambung Ega.***




