POJOKSATU.id, JAKARTA-- Hanya 15,7 persen publik yang menilai kondisi ekonomi nasional sekarang baik atau sangat baik di masa Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sementara yang menyatakan kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk sebanyak 49,4 persen.
Demikian hasil studi yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 5-19 Juli 2026.
Hasil studi bertajuk ”Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” tersebut dipresentasikan oleh Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal Youtube SMRC TV pada Minggu, 26 Juli 2026.
Baca Juga: Hanya 26,4 Persen Publik yang Berpersepsi Positif atas Penegakan Hukum di Masa Prabowo
Dalam presentasinya, Deni menunjukkan ada 1,4 persen yang merasa ekonomi sekarang sangat baik, 14,3 persen baik, lalu 33,9 persen sedang, kemudian 37,9 persen buruk, serta 11,5 persen sangat buruk, dan 1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
“Hanya 15,7 persen warga yang menganggap ekonomi sekarang baik atau sangat baik, sementara yang menyatakan buruk atau sangat buruk sebanyak 49,4 persen,” jelas Deni.
Deni menunjukkan bahwa evaluasi negatif pada kondisi ekonomi mengalami lonjakan tajam dalam 9 bulan bulan terakhir.
Baca Juga: Hampir 100 Persen Publik Tahu MBG, Tapi Mayoritas Masyarakat Tak Puas dengan Pelaksanaannya
Pada survei November 2025, hanya 22,7 persen warga yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk. Angka ini meningkat menjadi 31,7 persen pada survei Februari-Maret 2026, dan semakin tinggi pada survei terbaru (Juli 2026) menjadi 49,4 persen.
Pada periode yang sama yang menyatakan ekonomi baik atau sangat baik turun dari 40 persen (November 2025) menjadi 26,3 persen (Feb-Mar 2026) dan 15,7 persen (Juli 2026).
Deni menjelaskan populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random, dan yang punya telepon diwawancarai lewat telpon (83,8 persen), sementara yang tidak punya telepon diwawancarai dengan tatap muka (16,2 persen).
Proporsi ini sesuai dengan populasi pengguna cellphone dan yang tak menggunakannya. Margin of error survei ini sekitar 3,7 persen.
Untuk melihat perbedaan signifikan, maka perbedaan itu harus minimal 2x margin of error (7,4 persen). Survei terakhir dilakukan pada 5-19 Juli 2026.***




