POJOKSATU.id, BALI— Jenazah KD, ayah bocah SD yang bikin sedih Indonesia saat meratapi kematian ayahnya akhirnya dibongkar pada Senin (27/7) untuk keperluan autopsi atau ekshumasi.
Makam korban pengeroyakan massa karena diduga mencuri ayam aduan ini berlokasi di pemakaman Setra Adat Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.
Korban tewas diduga mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Polisi menggandeng tim forensik RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Baca Juga: Pencuri Ayam di Bali Nyawa Melayang, Koruptor Milyaran Diskon Hukuman Besar-Besaran!
Kasatreskrim Polres Tabanan AKP Made Tedy mengatakan persiapan autopsi telah dilakukan sejak sehari sebelumnya, namun pelaksanaannya sempat tertunda karena pihak keluarga korban awalnya menolak autopsi.
"Kenapa ada penundaan karena awalnya dari pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi," kata AKP Tedy, Senin (27/7).
Menurut Tedy, penyidik kemudian melakukan pendekatan secara persuasif melalui pemerintah desa hingga akhirnya keluarga bersedia memberikan izin.
Tedy memperkirakan proses autopsi berlangsung sekitar tiga jam.
Baca Juga: Sedih, Tangisan Bocah Perempuan di Bali Ratapi Jenazah Ayahnya yang Dituduh Maling Ayam Aduan
Tedy menjelaskan, autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban sebagai bagian dari pembuktian dalam proses penyidikan.
"Untuk kita menemukan penyebab kematiannya," tegas Tedy.
Terkait perkembangan kasus dugaan pengeroyokan tersebut, Tedy mengatakan penyidikan masih terus berjalan.
Baca Juga: Maling Ayam di Bali Tewas Dimassa, Mengapa Koruptor Ratusan Miliar Justru Tersenyum Dilayar Kaca?
Lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Tabanan.
"Masih di tahap sidik. Para tersangka masih pemeriksaan lebih intensif di Polres," katanya.
Sementara itu, Perbekel atau Kepdes Desa Sidatapa I Made Sutama membenarkan adanya pembongkaran makam tersebut.
Menurutnya, proses hukum kini sepenuhnya ditangani aparat kepolisian dan berjalan sesuai ketentuan.
"Masalah proses hukum sudah berjalan dan sudah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh pihak kepolisian dari Polsek Baturiti sesuai aturan yang berlaku. Bahkan hari ini dilakukan otopsi atau pembongkaran jenazah yang telah dikuburkan," kata Sutama.
Sutama juga mengaku rutin berkomunikasi dengan Kapolsek Baturiti terkait perkembangan penanganan perkara.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, polisi telah memeriksa sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap KD.***




