POJOKSATU.id - Penegakan hukum yang adil menjadi pesan kuat Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Pusat Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu 1 Juli 2026.

Di hadapan jajaran kepolisian, Presiden mengingatkan agar keberhasilan yang telah diraih tidak membuat seluruh personel cepat merasa puas.

Menurut Prabowo, salah satu prestasi yang patut diapresiasi adalah keberhasilan Polri menjaga Indonesia tetap tanpa insiden terorisme selama beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), kondisi tersebut berhasil dipertahankan sejak 2023 hingga sekarang.

Baca Juga: Salat Berjamaah Wanita Calon Manajer KDMP Pakai Pakaian Tentara, Tak Pakai Mukena

Meski demikian, Presiden menegaskan keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kewaspadaan, bukan alasan untuk lengah menghadapi ancaman keamanan yang masih mungkin muncul.

"Serta berhasil mempertahankan nol insiden terorisme dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Ini prestasi yang perlu kita hargai, tapi saya juga mengatakan dan mengingatkan jangan kita lengah, jangan pernah cepat puas," tegasnya.

Tak hanya menyoroti penanganan terorisme, Prabowo juga memberikan penghargaan atas langkah Polri bersama berbagai lembaga dalam mengungkap ribuan perkara narkotika.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Pertolongan Pertama saat Tersedak Makanan yang Bisa Menyelamatkan Nyawa

Upaya pemberantasan judi online bersama Kementerian Komunikasi dan Digital juga disebut sebagai bentuk kerja nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai Polri kini memiliki peran yang semakin luas.

Selain menjaga keamanan dan ketertiban, institusi kepolisian juga ikut mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Salah satunya melalui keterlibatan dalam pembangunan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Program, hingga Syarat Terbaru

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepolisian mampu berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Presiden kemudian mengingatkan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan keamanan, tetapi juga kemiskinan yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari praktik korupsi serta kebocoran keuangan negara.

Karena itu, Prabowo meminta aparat penegak hukum menjalankan tugas secara profesional dan berkeadilan.

Baca Juga: Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Minta Anggota Cepat Respons Keluhan Warga

Hukum, katanya, harus menjadi pelindung seluruh rakyat tanpa memandang jabatan maupun kekayaan.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik penyalahgunaan kewenangan maupun perlakuan istimewa terhadap pihak tertentu dalam proses penegakan hukum.

"Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang dan tidak boleh ada siapapun yang kebal hukum..orang yang benar harus merasa aman, orang yang salah harus bertanggung jawab atas perbuatannya," tegasnya.

Baca Juga: Pakar Ungkap Asah, Asih, Asuh, Konsep Kunci Tumbuh Kembang Anak Sehat, Cerdas, dan Berkarakter Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga diisi dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia.

Penghargaan Nugraha Sakanti diberikan kepada 11 satuan kerja dan kepolisian daerah, yakni Polda Metro Jaya, Polda Banten, Polda Sumatra Utara, Polda Riau, Polda Lampung, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat, Polda Kalimantan Tengah, Polda Jawa Timur, Divisi Hukum Polri, serta Pusat Keuangan Polri.

Selain itu, Bintang Bhayangkara Narariya dianugerahkan kepada Kombes Pol Dr. Prasetiyo Adhi Wibowo, AKP Nengsi Marline Waromy, dan AIPTU Wawan Setiyawan.

Baca Juga: Refleksi 80 Tahun Bhayangkara, Kapolres Karawang: Polri untuk Masyarakat Bukan Sekadar Slogan di Dinding

Sementara Medali Kehormatan Keamanan dan Keselamatan Publik Loka Praja Samrakshana diberikan kepada Presiden Republik Indonesia.

Keberhasilan menjaga Indonesia tetap aman dari ancaman terorisme tentu menjadi pencapaian yang membanggakan.

Namun, seperti pesan Presiden Prabowo, tantangan bangsa belum selesai.

Kewaspadaan, integritas, dan penegakan hukum yang adil akan menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus membawa Indonesia melangkah lebih kuat ke masa depan.***