POJOKSATU.id - Hasil polling Indo Satu Media Group memotret mayoritas publik menilai antara BGN, MBG dan KDKMP memiliki permasalahan yang sama.

Salah satu yang paling mencolok adalah terkait transparansi anggaran yang dinilai masih gelap gulita.

Hal itu sejalan dengan pendapat publik tentang transparansi anggaran di BGN dan MBG yang terkesan 'bisik'bisik'.

Dan pada akhirnya hal itu terbukti dengan penangkapan Dadan Hindayana Cs yang menggarong 1 miliar uang rakyat per hari dari program MBG.

Baca Juga: Hasil Polling: dari 1.497 Responden 67 Persen Setuju Tuntutan Demo Mahasiswa Hentikan MBG dan KDKMP

Korupsi Dadan Hindayana Cs itu dilakukan dengan menggunakan 'tameng' kebijakan BGN.

Sementara kebijakan di BGN, terutama terkait anggaran, juga sangat jauh dari transparansi.

Di sisi lain, di media sosial dan berbagai pemberitaan, 'kelucuan' dan 'kekonyolan' KDKMP juga satu per satu terkuak.

Sama dengan BGN dan program MBG, KDKMP atau Koperasi Desa Merah Putih ini juga dinilai publik memiliki kerawanan yang sama.

Baca Juga: Hasil Polling: Publik Yakin Kasus Korupsi BGN Meluas tapi Pesimis Potensi Korupsi di BGN dan MBG Bisa Ditekan

Suara publik tersebut tergambar jelas dalam hasil polling Indo Satu Media Group yang digelar selama pekan ketiga Juni 2026.

Polling dilakukan secara serentak melalui platform TikTok dan Instagram oleh delapan media di bawah naungan Indo Satu Media Group.

Yakni Pojoksatu.id, Pojok Seleb, Metropolitan.id, Metro Bogor, Radar Bandung, Radar Bekasi, Radar Depok, dan Radar Cianjur.

Dalam sesi ini, secara khusus mengangkat isu atau tema "KDKM vs BGN".

Sementara isu tentang demo mahasiswa tuntutan hentikan MBG dan KDKM serta tentang kasus korupsi BGN telah lebih dulu ditayangkan di artikel sebelumnya.

Pada sesi ini, total sebanyak 3.479 responden terlibat dan memberikan.

Hasilnya, dari 1.295 responden, sebanyak 974 atau 75,21 persen yakin KDKMP juga memiliki permasalahan yang sama seperti BGN dan program MBG.

Sedangkan jumlah publik yang yakin program ini 'lempeng-lempeng' saja terpaut jauh.

Baca Juga: Update Penyiksaan Mantan Kekasih Taufik Hidayat, Wasekjen Partai Demokrat Berharap Hakim Sidangnya Nanti Mayoritas Perempuan

Yakni hanya sebanyak 321 responden atau 24,79 persen saja.

Ini bisa dipicu dengan banyaknya fakta negatif yang ditemukan publik di lapangan terkait KDKMP.

Salah satu yang cukup menonjol adalah banyaknya pembangunan dan keberadaan bangunan KDKMP yang 'di luar nalar akal sehat'.

Pendapat ini juga sejalan ketika tim melontar pertanyaan "Menurutmu, apakah program KDKMP sudah cukup transparan terkait anggaran?"

Dimana sebanyak 742 dari total 1.089 responden atau 68,14 persen dengan tegas menjawab "belum transparan".

Baca Juga: Taufik Hidayat Ternyata Residivis dari Keluarga Berantakan, Ibunya Meninggal Depresi Gara-gara Anak

Sama halnya dengan pertanyaan sebelumnya, jumlah publik yang memberikan persepsi positif justru terpaut sangat jauh.

Yakni sebanyak 347 responden atau 31,86 persen menyatakan bahwa program KDKMP sudah transparan terkait anggaran.

Persepsi negatif tidak berhenti. Pesimistis publik juga terkuak jika nantinya koperasi desa ini benar-benar berjalan.

Yakni terkait mekanisme asal muasal produk yang nantinya dijual di kopdes.

Dimana dari 1.095, sebanyak 727 responden atau 66,39 persen publik tidak yakin nantinya KDKMP akan benar-benar menyerap atau membeli langsung dari petani.

Sementara mereka yang yakin KDKMP akan menyerap langsung dari petani disampaikan oleh 368 responden atau 33,61 persen saja.

Hal ini mungkin saja dipengaruhi sejumlah video viral tentang 'lucunya' KDKMP.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026 Buka Peluang Kerja Gratis

Salah satunya video viral truk KDKMP yang kedapatan justru memborong produk dari gudang ritel, bukan langsung membeli dari petani.***