POJOKSATU.id - Setelah satu setengah tahun 'bekuasa' sebagai Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana akhirnya dicopot Presiden Prabowo Subianto.

Menariknya, perjalanan karir ahli serangga di pemerintahan itu pun berakhir dengan sangat mendadak.

Sebab selama satu setangah tahun itu pula, sama sekali tidak pernah ada 'tanda-tanda' Dadan Hindayana akan 'ditendang' Prabowo dari kursi Kepala BGN.

Yang terjadi justru Dadan selama ini terkesan 'aman-aman' saja dan tetap bisa duduk santai di kursinya.

Baca Juga: Kelola Uang Rp 335 Triliun, Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot

Lalu apa sebenarnya yang menjadi latar belakang atau alasan Prabowo mendadak mencopot Dadan Hindayana?

Dalam dunia sepak bola, pelatih biasanya mulai jadi sorotan ketika timnya masih berkutat pada performa buruk tim yang diasuhnya.

Tapi untuk yang satu ini, di saat yang bersamaan, sang pelatih justru sudah banyak berbicara soal target juara musim berikutnya.

Namun di birokrasi, situasinya kadang tidak jauh berbeda.

Baca Juga: Dadan Hindayana Ucapkan Terima Kasih pada Prabowo Usai Dicopot Kepala BGN

Dimana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana, faktanya, masih bergulat dengan berbagai persoalan di lapangan.

Mulai dari distribusi, kualitas makanan, kasus keracunan hingga tata kelola anggaran.

1. Keracunan MBG

Soal keracunan saja, dari 2025 sampai awal 2026, hasil monitoring Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), tercatat lebih dari 33 ribu pelajar jadi korban kecarunan MBG di berbagai daerah.

Dari angka tersebut, sekitar 10 persen terjadi di Jawa Barat.

Sementara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2025, sebanyak 12.658 anak di 38 provinsi mengalami keracunan akibat menu MBG.

Alih-alih minta maaf, BGN justru mengklaim bahwa angka keracunan akibat MBG pada September 2025 hanya mencatat adanya 45 kasus keracunan dengan total 4.711 korban.

Bahkan Dadan menyebut petugas MBG sebagai pejuang republik.

Baca Juga: Jago Cimory

"Perlu diketahui, mitra-mitra ini adalah pejuang-pejuang republik," kata Dadan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 1 Oktober 2025.

Akhir Desember 2025, Dadan juga menargetkan zero keracunan MBG pada 2026.

Namun nyata, berdasarkan catatan hingga awal April 2026, tercatat setidaknya 5.523 korban keracunan MBG di seluruh Indonesia.

Ironisnya, tidak ada satupun dari kasus keracunan MBG itu diproses polisi, meski ada pelajar yang meninggal dunia.

Baca Juga: Di Balik Alasan Prabowo Copot Jabatan Dadan Hindayana, Netizen Malah Soroti Masa Lalu Kepala BGN yang Baru?

Sementara warga yang menggelar hajatan lalu terjadi keracunan, langsung berurusan dengan polisi dan diancam pidana.


2. Tambah Anggaran Rp28 Triliun Main Nyelonong

Dadan juga pernah membuat DPR RI mencak-mencak ada 12 November 2025 karena diketahui mengajukan tambahan anggaran Rp28,63 triliun ke Kementerian Keuangan tanpa persetujuan dari DPR sebagai mitra kerja resmi lembaganya.

Padahal, setiap lembaga atau badan di bawah eksekutif wajib mendapat persetujuan DPR terlebih dahulu sebelum mengajukan tambahan dana ke Kemenkeu.

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melki Laka Lena, secara terbuka menegur Kepala BGN. Ia menilai tindakan tersebut bisa dianggap melewati kewenangan lembaga legislatif.

"Bagaimana bisa Anda langsung mengajukan tambahan anggaran ke Kemenkeu tanpa persetujuan kami? Ini melanggar mekanisme yang sudah diatur," tegas Melki di hadapan forum rapat.

Dengan santainya Dadan Hindayana menjawab dan berjanji segera mengirim surat resmi kepada Komisi IX agar pembahasan lanjutan bisa dilakukan sesuai ketentuan.

"Kami akan segera memperbaiki dan melaporkan secara resmi ke Komisi IX. Ini menjadi pelajaran bagi kami," ujar Dadan merespons teguran tersebut.


3. Main Golf saat Bencana Sumut dan Aceh

Ingat bencana Sumut dan Aceh, pasti ingat Dadan Hindayana yang bersantai main golf dan bercanda tawa di Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: Berawal dari Medsos X, Pertemuan Mahasiswa PNJ Berujung Aksi Tak Terpuji Terekam Bikin Geger dan Viral!

Informasi ini diperkuat dengan metadata yang menempel pada video.

Dalam data tersebut tercatat koordinat -6.525663°, 106.870547°, waktu perekaman 14 Desember 2025 pukul 09.12 WIB hingga keterangan tambahan berupa kode "Bag 3145 West Java" berikut tipe kamera yang digunakan.

Publik pun dibuat geleng-geleng, kok bisa saat lagi berduka karena bencana Sumut Aceh, Dadan malah asik santi main golf?

Setelah ramai, Dadan akhirnya mengakui bahwa itu adalah dirinya tapi ia buru-buru menegaskan bahwa main golf itu untuk penggalangan dana bencana.

Dadan mengatakan dalam video tersebut dia berada di acara Charity Golf oleh Persatuan Golf Alumni (PGA) IPB.

Baca Juga: Presiden Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya

Dari kumpul golf charity itu didapat total Rp450 juta untuk sumbangan bencana Sumatera.


4. Banyak Keracunan tapi Ucap Alhamdulilah

Dadan Hindayana lagi-lagi membuat pernyataan kontroversi dengan mengungkap rasa syukur bahwa kasus keracunan MBG pada Januari 2026 menurun dibanding Oktober dan September 2025.

"Alhamdulillah, selama Januari ini tercatat sekitar 50 kali kejadian. Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan Oktober atau September," ujar Dadan pada 10 Februari 2026.

Meski demikian, ia tidak menampik masih adanya puluhan kasus keracunan menunjukkan pekerjaan rumah besar.

Mungkin saat itu dia lupa pernah mencanangkan target zero keracunan MBG 2026 pada akhir Desember 2025.

5. Motor Listrik, Kaos Kaki dan Sewa EO

Motor listrik, pengadaan kaos kaki dan sewa jasa EO jadi kontroversi selanjutnya Dadan Hindayana.

Baca Juga: Mulai Berlaku Juni 2026, Inilah Skema Transisi Ekspor Komoditas Strategis Melalui PT Danantara

Dadan juga buru-buru membuat klarifikasi setelah video ratusan sepeda motor listrik berlogo BGN yang masih dalam plastik.

Yang aneh bin ajaib adalah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sendiri mengaku tidak tahu soal pembelian motor listrik tersebut.

Setelah ramai dan viral Dadan membantah dan menyebut motor listrik MBG itu sudah masuk dalam anggaran tahun 2025

"Dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," ujar Dadan saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Dadan juga mengklaim bahwa motor listrik tersebut bukan motor impor, melainkan motor produksi lokal.

Baca Juga: Politisi Gerindra Ini Geram ke Dino Patti Djalal, Jangan Memancing Publik Membanding-bandingkan

Dia menyebut, produksi dilakukan di fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat.

"Seluruh unit motor yang diproduksi merupakan hasil karya dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen," ujar Dadan, dalam keterangan tertulis sehari kemudian.

Klarifikasi Dadan ini berbeda dengan informasi yang beredar di media sosial bahwa dugaan bahwa motor listrik BGN itu ternyata adalah motor produksi China.

Molis yang digunakan dalam program MBG memiliki spesifikasi yang sangat mirip dengan tipe Kollter ES1-X Pro dan dijual jauh lebih murah dari yang diucapkan Dadan.

Disebutkan motor listrik yang disebut Dadan dibanderol sekitar Rp42 juta per unit itu diduga memiliki harga asli hanya sekitar Rp8–10 juta di pasar internasional.

"Netizen menemukan motor serupa di Alibaba dengan harga sekitar Rp10 jutaan," ungkapnya dalam video yang beredar luas, dikutip dari instagram @jogjastudent.

Belum lagi pengadaan 17 ribu kaos kaki senilai Rp6,9 miliar.

Baca Juga: Pengacara Gus Yaqut Sebut Tak Ada Bukti Komunikasi Aliran Dana Seperti Dituduhkan KPK

Yang bikin publik ngelus dada yakni harganya yang per pasang dibanderol Rp100.000 per pasang.

Berurutan selanjutnya terbongkar adanya anggaran bahwa BGN mengalokasikan Rp113,91 miliar tahun 2026 untuk membayar Event Organizer atau EO.

Anggaran ini digunakan untuk 16 paket pekerjaan sebagai kebutuhan strategis, karena lembaga baru ini belum memiliki sumber daya internal yang cukup untuk acara berskala besar.

Dadan Hindayana mengatakan, keterlibatan EO merupakan kebutuhan strategis bagi lembaganya yang masih dalam tahap awal pembentukan sistem dan tata kelola operasional.

Baca Juga: Aliansi PPPK Paruh Waktu Dorong Gaji Ditanggung APBN, Sebut Solusi Atasi Ketimpangan Daerah

"Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional," kata Dadan, Minggu 12 April 2026.


6. MBG Arab Saudi dan Malaysia

Ketika carut marut dan compang camping MBG di Tanah Air seperti tidak pernah surut, terbaru Dadan Hindayana kembali mencuat dengan 'ide brilian'.

Dadan mendadak mewacanakan memperluas MBG ke Arab Saudi dan Malaysia yang langsung membuat publik jadi mengernyitkan dahi.

Ide tersebut muncul untuk menjangkau pelajar Indonesia yang berada di luar negeri.

Secara konsep memang terdengar mulia.

Masalahnya, timing sering kali lebih menentukan daripada niat baik.

Bagi masyarakat yang masih melihat berbagai persoalan MBG di dalam negeri, wacana tersebut dianggap seperti seseorang yang baru mulai membangun rumah sendiri, tetapi sudah sibuk menawarkan jasa membangun komplek perumahan.


Bikin Kesal dan Ngelunjak?

Dalam keputusannya, Presiden Prabowo langsung mencopot Dadan Hindayana dan pimpinan lainnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Posisi Kepala BGN diberikan kepada Nanik S. Deyang, sedangkan posisi Wakil Kepala BGN dipercayakan kepada Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari.

Baca Juga: Sosok Nanik S Deyang Loyalis Prabowo Jadi Kepala BGN, Pernah Wartawati Tabloid Bangkit

Prasetyo Hadi menyampaikan, pergantian ini diambil Prabowo setelah mengevaluasi kinerja BGN selama satu setengah tahun atau sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) bergulir sejak awal 2025.

Ia menekankan, BGN memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Karena itu Prasetyo menegaskan, tugas ini menuntut tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif.

"Serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas," ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa 2 Juni 2026 malam.

Baca Juga: Momen Prabowo dan Megawati Bergandengan Tangan Jadi Sorotan, PDIP Sebut Persahabatan Tulus Melampaui Politik

Memang tidak ada kalimat atau kata-kata pencopotan Dadan Hindayana itu dikarenakan terkait deretan gerbong panjang kontroversi dan main nyelonong.

Tapi di sini perlu digaris bawahi kalimat Prasetyo terkait "tata kelola yang kuat, kordinasi lintas sektoral yang efektif serta kepemimpinan yang kuat sesuai prinsip akuntabilitas".

Dan seperti yang sudah diketahui publik secara luas, Dadan Hindayana selama ini selalu muncul dengan gaya yang "out of the planet" yang bikin sukses bikin masyarakat "tiung-tiung-tiung".

Dan rasanya akan sangat panjang jika harus menuliskan deretan kontroversi Dadan Hindayana.

Diakui atau tidak, apapun yang berkaitan dengan Dadan Hindayana maupun program MBG, tentu akan membuat publik langsung menarik benang merah dengan Prabowo Subianto.

Pertimbangan lain, Prabowo menerima berbagai masukan dari kementerian dan lembaga terkait, masyarakat, serta para penerima manfaat program MBG.

Karena itu, Presiden lantas melakukan evaluasi yang hasilnya langsung mencopot Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Dengan mencopot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, tujuan mulia Prabowo yang disematkan dalam program MBG ini bisa tercapai.***