POJOKSATU.id — Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebagian besar manusia di dunia lebih dominan menggunakan tangan kanan dibanding tangan kiri?

Mulai dari menulis, makan, hingga melakukan aktivitas sehari-hari, mayoritas orang cenderung mengandalkan tangan kanan sebagai tangan utama.

Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebiasaan yang terbentuk sejak kecil.

Para ilmuwan menyebut dominasi tangan pada manusia dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, cara kerja otak, genetik, hingga perkembangan manusia sejak masih berada dalam kandungan.

Baca Juga: Hasil TKA 2026 Jenjang SD dan SMP Diumumkan Tanggal 26 Mei Mulai Pukul 13.00!

Secara umum, sekitar 85 hingga 90 persen populasi manusia di dunia diketahui lebih dominan menggunakan tangan kanan.

Sementara itu, sebagian kecil lainnya merupakan pengguna tangan kiri atau kidal, bahkan ada pula yang mampu menggunakan kedua tangan dengan sama baiknya atau disebut ambidextrous.

Salah satu alasan utama mengapa manusia lebih banyak dominan tangan kanan berkaitan dengan cara kerja otak.

Otak manusia terbagi menjadi dua bagian, yakni belahan kiri dan kanan, yang memiliki fungsi berbeda.

Baca Juga: Seberapa Penting Laptop untuk Mahasiswa Baru? Ini Tips Memilih yang Tepat agar Tidak Salah Beli

Pada sebagian besar orang, belahan otak kiri lebih dominan dalam mengatur bahasa, logika, serta koordinasi gerakan halus.

Karena sistem saraf bekerja secara silang, bagian otak kiri mengendalikan sisi kanan tubuh.

Hal inilah yang membuat tangan kanan pada banyak orang menjadi lebih terampil dan presisi untuk melakukan aktivitas.

Selain pengaruh kerja otak, faktor genetik juga ikut berperan dalam menentukan kecenderungan seseorang menjadi pengguna tangan kanan atau kidal. Meski demikian, pola pewarisan ini tidak bersifat mutlak.

Baca Juga: 6 Rekomendasi City Car Terbaik untuk Mobilitas Harian yang Praktis dan Nyaman di Jakarta

Orang tua yang dominan menggunakan tangan kanan tetap bisa memiliki anak kidal.

Sebaliknya, orang tua kidal tidak selalu menurunkan kebiasaan serupa kepada anak-anaknya.

Para peneliti menilai terdapat sejumlah gen yang memengaruhi kecenderungan dominasi tangan, namun faktor lingkungan juga tetap memiliki peranan.

Menariknya, kecenderungan dominasi tangan ternyata dapat mulai terlihat sejak manusia masih berada di dalam kandungan.

Baca Juga: Mayat Wanita Dibuang di Yasmin, Nama Medsos Korban Anggi Auliya dan Tersangka Febry Ambon

Sejumlah penelitian menemukan bahwa beberapa janin menunjukkan kebiasaan tertentu, seperti lebih sering mengisap ibu jari kanan dibanding kiri.

Hal tersebut diduga berkaitan dengan preferensi penggunaan tangan setelah lahir.

Di sisi lain, faktor budaya dan lingkungan juga memengaruhi jumlah pengguna tangan kanan.

Pada masa lalu, di sejumlah wilayah, orang kidal sering diarahkan atau dibiasakan menggunakan tangan kanan, terutama saat menulis dan makan.

Baca Juga: Dewas Minta Soliditas Pegawai PERUMDAM Tirta Tarum Terus Dijaga

Akibatnya, jumlah pengguna tangan kanan terlihat semakin dominan.

Meski demikian, menjadi kidal bukanlah kondisi yang aneh atau kelainan.

Kidal merupakan variasi alami pada manusia yang telah ada sejak lama.

Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan orang kidal dapat memiliki keuntungan tertentu, terutama pada aktivitas yang membutuhkan gerakan tak terduga, seperti olahraga duel atau kompetitif.

Baca Juga: Resep Sate Tempe Ala Sate Klatak, Murah Meriah tapi Rasanya Bikin Nagih

Pada akhirnya, dominasi tangan kanan pada manusia terbentuk dari perpaduan berbagai faktor, mulai dari fungsi otak, genetik, perkembangan sejak dalam kandungan, hingga pengaruh lingkungan dan budaya.***