POJOKSATU.id - Nama Josepha Alexandra masih menjadi perhatian publik usai polemik penilaian dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.
Kini, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI berencana menjadikan siswi SMAN 1 Pontianak tersebut sebagai Duta LCC MPR RI.
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman mengatakan aspirasi tersebut muncul dari berbagai pihak yang mengikuti perkembangan kasus Josepha Alexandra di media sosial maupun publik luas.
Baca Juga: Butuh Layanan Kemendikdasmen? Hubungi Kontak Resmi ULT Berikut Ini!
“Salah satu aspirasi teman-teman adik Josepha bisa menjadi duta LCC, besok dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut,” kata Abcandra di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (18/5).
Tak hanya itu, MPR RI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait polemik yang terjadi dalam ajang LCC tersebut.
Abcandra mengajak publik tetap mendukung pelaksanaan LCC MPR RI ke depan agar semakin baik dan profesional.
Polemik bermula ketika Josepha Alexandra menyampaikan keberatan terhadap keputusan dewan juri dalam babak final.
Saat itu, Josepha menjawab sebuah pertanyaan lebih dulu, namun dinilai salah oleh juri dan timnya mendapat pengurangan 10 poin.
Sementara itu, jawaban serupa dari peserta lain justru dianggap benar oleh dewan juri. Kejadian itu langsung memicu perdebatan di media sosial dan menjadi sorotan warganet.
Respons Juri Jadi Sorotan
Dalam final tersebut, terdapat tiga sekolah yang bertanding, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Respons dewan juri, yakni Dyastasita W.B. selaku Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI dan Indri Wahyuni selaku Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, ikut ramai diperbincangkan publik.
Banyak warganet menilai terjadi kekeliruan penilaian dalam kompetisi tersebut. Video dan potongan momen perdebatan itu pun tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Abcandra mengatakan MPR RI ke depan akan mempertimbangkan menghadirkan dewan juri yang lebih sesuai dengan aspirasi masyarakat dan memiliki kompetensi di bidang tata negara maupun akademik.
Baca Juga: Ganja dan Sabu Marak di Mandailing Natal, Kapolda Sumut Siap Pecat Aparat Polisi yang Terlibat
“Saya pikir kami akan mengundang juri yang sesuai aspirasi dari masyarakat Indonesia ataupun yang kompeten dari universitas atau pakar tata negara,” ujarnya.
Final LCC Kalbar Dipastikan Tidak Diulang
Sebelumnya, MPR RI sempat berencana menggelar ulang final LCC Empat Pilar Tingkat Kalimantan Barat usai polemik tersebut mencuat. Namun rencana itu akhirnya dibatalkan.
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto menjelaskan keputusan pembatalan diambil setelah SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas sama-sama menolak perlombaan ulang.
Baca Juga: Komitmen DEMA PTKIN Dukung Program Sekolah Rakyat Melalui Pengabdian Kolaborasi Dengan Kemensos
Menurut Abraham, keputusan tersebut juga telah menjadi kesepakatan seluruh fraksi di MPR RI setelah rapat pimpinan digelar.
“Hari ini, kami rapat, dengan pimpinan MPR lengkap. Kami memutuskan bahwa kami mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini,” kata Abraham.
Ia juga mengungkapkan bahwa MPR RI telah bertemu langsung dengan pihak SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas pada pekan lalu untuk mendengar aspirasi mereka secara langsung. ***




