POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— Maraknya ganja dan sabu-sabu di Mandailing Natal sangat meresahkan masyarakat dan aparat diminta bertindak tegas memberantas ini.
Menyikapi ini, Polda Sumut menyebut bahwa kasus narkoba menjadi atensi atau perhatian penuh Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.
Kapolda dengan tegas menyatakan siap memecat aparat polisi yang terlibat dalam peredaran narkoba di Sumut.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan dihubungi Selasa (19/5) menyebutkan bahwa kasus narkoba menjadi perhatian penuh dari Kapolda Sumut.
Baca Juga: Sprindik Baru, 30 Orang Diperiksa KPK Korupsi Jalan di Sumut Hasil OTT Madina 2025, Ini Daftarnya
“Untuk namanya tindak pidana narkotika itu menjadi atensi dari Polda Sumatera Utara. Sejak tahun 2023, Polda Sumatera Utara itu menjadi Polda nomor satu yang paling giat melakukan penindakan terhadap narkotika,” ujarnya via seluler.
Menurut Kabid Humas, Polda Sumut menjadi Polda yang terbanyak pengungkapan di Indonesia terkait narkotika saat ini.
“Bahkan dari tahun 2024 sampai 2025, barang bukti pengungkapannya dari 1,3 ton menjadi 1,5 ton,”jelasnya.
Terkait anggapan bahwa Polda Sumut masih kurang dalam pengungkapan narkoba, Kabid Humas membantah itu.
Baca Juga: Narkoba dan Tambang Emas Ilegal Marak di Madina, Kapolres Baru Berusaha Ungkap Pendana-pendananya
“Kalau Anda mengatakan Polda Sumatera Utara kurang (pengungkapan). Mohon maaf ya yang punya pantai itu bukan Polda Sumut saja. Aceh punya. Riau punya. Jambi punya. Tapi coba Anda cek, berapa pengungkapan kasusnya,” ungkapnya.
Menurutnya, Polda Sumut sudah sangat luar biasa penanganan atau perang terhadap narkotika.
Terkait desakan agar Kasat Narkoba Polres Madina AKP Said Rum Fadillah Harahap dicopot dari jabatannya dan diganti dengan yang baru karena dianggap gagal memberantas narkoba di Madina, Kabid Humas memberi tanggapan.
“Itukan terserah Anda. Silahkan. Masyarakat kan selalu menilai polisi buruk. Itu kan penilaian subjektif itu,” katanya.
“Saya hanya bisa mengatakan bahwa anggota kepolisian sudah berupaya semampu kami memberantas narkotika. Makanya pengungkapan kami nomor satu se-Indonesia,” jelasnya.
Dia pun mempertanyakan anggapan masayarakat terhadap Polda-polda yang lain yang tidak nomor satu dalam pengungkapan narkotikanya.
“Kalau dianggap masih kurang, gimana Polda-polda yang tidak nomor satu itu, ” jelasnya lagi.
Terkait dugaan keterlibatan aparat polisi yang diduga mem-backing atau terlibat dalam narkoba, Kombes Ferry memberikan pernyataan tegas.
“Kebijakan dari Bapak Kapolda Sumatera Utara, kalau ada anggota yang terlibat narkoba, itu dipecat. Ditindak tegas dengan cara dipecat. Bapak Kapolda memerintahkan seperti itu. Jika ada anggota yang terlibat narkoba. Perintah Pak Kapolda dipecat, ” tegasnya.
Menyebar di Wilayah Tambang
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM) Tan Gozali Nasution bahwa narkoba terutama ganja dan sabu-sabu banyak beredar di Mandailing Natal.
Dari data yang diperoleh Tan Gozali, pemakai sabu-sabu yang paling banyak ada di Kecamatan Siabu, Hutabargot, Panyabungan Kota, Nagajuang, Kotanopan, Muara Sipongi, Puncak Sorik Marapi, Batang Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis dan menyeluruh di wilayah Pantai Barat.
“Pemakai sabu-sabu ini semua kalangan, khususnya di daerah-daerah tambang,” ujar Tan Gozali, Selasa (19/5).
Sementara untuk pemakai ganja, sesuai data Tan Gozali, hampir menyeluruh di semua kecamatan di Mandailing Natal dan hanya minim di Panyabungan Selatan.
“Saya berharap pemerintah daerah harus turun tangan bergandengan tangan dengan seluruh pemangku kepentingan di Madina untuk memberantas narkoba,” jelasnya.
Dia berharap kejadian pembakaran Polsek MBG, pemblokiran Jalinsum di Hutapuli dan Sihepeng Kecamatan Siabu, pembakaran rumah bandar di Desa Tabuyung Kecamatan MBG, dan kejadian lainnya, tidak terjadi lagi di Mandailing Natal.
Dia juga mendesak Kasat Narkoba Polres Madina AKP Said Rum Fadillah Harahap dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak mampu memberantas narkoba di Madina.
“Saya menilai Kasat Narkoba tidak konsisten dan tidak mampu memberantas narkoba di Mandailing Natal,” tegasnya.
Dia pun meminta Kapolda Sumut atau Kapolres Madina untuk mencopot Kasat Narkoba Polres Madina.
“Saya meminta Kapolres Madina mengganti Kasat Narkoba, dan juga meminta Kapolres membongkar dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba di Madina,” tegasnya.***




