POJOKSATU.id - Polemik penjurian dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat terus menuai sorotan luas.
Kali ini, Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurizal ikut menyampaikan protes keras terhadap kontroversi tersebut.
Cucun yang juga merupakan anggota MPR meminta agar Sekretariat Jenderal MPR menunjuk dewan juri yang benar-benar memiliki kompetensi agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Tim Ahli Gubernur Jambi Imbau Warga Waspada Pencatutan Nama Al Haris dan Penipuan Digital
"Pokoknya kita dari anggota MPR ini sampaikan protes juga kepada kesekjenan DPR ngangkat juri yang bener," ujar Cucun usai rapat paripurna DPR di kompleks parlemen, Selasa (12/5).
Ia berharap polemik tersebut tidak sampai memicu evaluasi besar terhadap MPR RI. Menurutnya, publik sulit menerima ketika jawaban yang sama justru mendapat nilai berbeda dari dewan juri.
“Saya sikapi itu, jangan sampai terjadi ya evaluasi di kesekjenan MPR ngangkat juri ya, masa jawaban sama, nilainya beda,” katanya.
Baca Juga: Nadiem Bingung Dituntut 18 Tahun, Anggap Rekor Karena Lebih Besar dari Kriminal-kriminal Lain
Hetifah Minta Lomba Diulang
Sorotan juga datang dari Ketua Komisi X DPR RI bidang pendidikan, Hetifah Sjaifudian.
Ia menyampaikan keprihatinan sekaligus mendorong agar lomba tersebut digelar ulang demi menjaga keadilan bagi peserta.
“Supaya ini berjalan adil, kami mendorong agar khusus kegiatan di Kalimantan Barat ini dilakukan lomba ataupun pertandingan ulang,” kata Hetifah.
Baca Juga: SPMB Karawang Tahun Ajaran 2026-2027 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Syarat dan Cara Pendaftarannya
Ia juga meminta MPR RI segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara tidak tercoreng akibat polemik tersebut.
“Saya kira dari MPR RI tentu saja perlu melakukan klarifikasi yang resmi dan tadi ya lomba diulangi kembali sehingga nanti sampai dengan tahap akhir kita bisa mendapatkan sekolah-sekolah yang terbaik,” ujarnya.
Menurut Hetifah, kejadian tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keadilan dalam kompetisi pendidikan yang melibatkan siswa SMA.
Baca Juga: Lawan Persija, Pelatih Persik Bidik Kesan Manis di Akhir Musim
Kronologi Jawaban Sama Tapi Nilai Berbeda
Insiden viral itu bermula saat babak final LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat mempertemukan sejumlah sekolah dalam sesi pertanyaan rebutan.
Pembawa acara memberikan pertanyaan terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?” tanya pembawa acara dalam tayangan YouTube MPR RI.
Baca Juga: Kerajaan-Kerajaan yang Ada di Tatar Sunda
Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menekan bel dan menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) serta diresmikan Presiden.
Namun, salah satu dewan juri, Dyastasita, justru memberikan nilai minus lima terhadap jawaban tersebut.
Tak lama kemudian, regu B memberikan jawaban yang dinilai serupa. Anehnya, kali ini dewan juri memberikan nilai penuh.
“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” kata Dyastasita.
Keputusan itu langsung memicu protes dari peserta Grup C yang merasa jawaban mereka sama dengan regu B.
“Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,” kata salah satu peserta.
Namun, Dyastasita beralasan jawaban Grup C tidak menyebutkan Dewan Perwakilan Daerah atau DPD.
“Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi,” katanya.
Baca Juga: Catat 100 Laga dalam 3 Musim, Sonny Stevens Ingin Pensiun di Dewa United
Peserta Grup C kembali memprotes karena merasa telah menyebut DPD sejak awal jawaban. Akan tetapi, dewan juri tetap bersikukuh mempertahankan keputusan tersebut.
Juri Soroti Artikulasi Peserta
Dewan juri lainnya, Indri Wahyuni, kemudian meminta peserta memperhatikan artikulasi saat menjawab pertanyaan.
“Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi, biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas.
Baca Juga: Catat 100 Laga dalam 3 Musim, Sonny Stevens Ingin Pensiun di Dewa United
Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5,” kata Indri Wahyuni.
Video perdebatan tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu banyak kritik dari warganet.
Tidak sedikit yang mempertanyakan objektivitas penilaian dewan juri dalam lomba yang membawa nama lembaga negara tersebut.***




