POJOKSATU.ID – Tim Ahli Gubernur Jambi, Nanda Herlambang, mengimbau masyarakat agar waspada terhadap oknum yang mencatut nama Gubernur Jambi Al Haris untuk menawarkan jabatan, bantuan, proyek, hingga penerimaan ASN atau PNS.

Menurut Nanda, saat ini mulai marak berbagai modus penipuan yang memanfaatkan nama pejabat daerah untuk memperoleh keuntungan pribadi melalui komunikasi langsung maupun media digital.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku dekat dengan Gubernur Jambi ataupun mengatasnamakan Bapak Gubernur untuk menjanjikan jabatan, kelulusan PNS, bantuan, ataupun proyek tertentu,” ujar Nanda Herlambang.

Baca Juga: Wajib Coba, 6 Olahan Daging Kurban Paling Favorit Saat Iduladha, Tips Dijamin Empuk dengan Bumbu Meresap

Ia menegaskan seluruh proses pemerintahan memiliki mekanisme resmi dan transparan serta tidak dilakukan melalui jalur pribadi ataupun permintaan imbalan tertentu.

Nanda juga mengingatkan masyarakat bahwa perkembangan teknologi digital saat ini membuat berbagai modus penipuan semakin sulit dikenali.

Menurutnya, teknologi Artificial Intelligence atau AI kini dapat digunakan untuk merekayasa foto, video, suara, hingga percakapan sehingga tampak meyakinkan bagi calon korban.

Baca Juga: Bolehkah Potong Kuku Sebelum Iduladha? Ini Penjelasan Lengkap Menurut 4 Mazhab Islam

Di era digital saat ini, sambungnya, masyarakat juga harus lebih berhati-hati karena foto, video, suara, bahkan percakapan dapat direkayasa menggunakan teknologi.

"Hal-hal seperti ini sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meyakinkan calon korban,” katanya.

Pelaku penipuan kini tidak hanya menggunakan pesan singkat atau telepon biasa.

Baca Juga: SIM Mati? Ini Aturan Terbaru yang Wajib Kamu Tahu Agar Tidak Salah Langkah

Tetapi juga memanfaatkan media sosial, akun palsu, editan foto, hingga rekaman suara dan video yang dibuat seolah asli.

Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayai berbagai informasi ataupun tawaran tertentu sebelum melakukan verifikasi kepada instansi resmi terkait.

Nanda menekankan masyarakat agar tidak mudah terpancing bujuk rayu oknum yang mengatasnamakan pejabat daerah, terlebih sampai menyerahkan uang maupun data pribadi.

“Jangan mudah terpancing, apalagi sampai menyerahkan uang ataupun data pribadi. Jika menemukan indikasi penipuan atau pencatutan nama pejabat daerah, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.

Himbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan nama pejabat daerah maupun kecanggihan teknologi digital.***