POJOKSATU.ID - Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus menunjukkan tren positif dalam memperkuat fondasi ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data terbaru per 5 Mei 2026, tercatat lebih dari 83 ribu koperasi telah resmi terbentuk dan beroperasi secara nasional.

Fenomena ini mencerminkan semangat gotong royong dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan yang semakin nyata di tingkat akar rumput.

Beberapa provinsi tercatat menjadi pusat pertumbuhan utama dengan jumlah koperasi yang cukup signifikan.

Baca Juga: Mengapa Rektor UI Menolak Program Makan Gratis atau MBG Masuk Universitas?

Provinsi Jawa Tengah saat ini menempati posisi puncak dengan total 8.523 koperasi yang telah berdiri.

Persaingan ketat terjadi di posisi kedua, di mana Jawa Timur membuntuti dengan raihan 8.494 koperasi.

Di wilayah Sumatera, Aceh menunjukkan performa luar biasa dengan kontribusi sebanyak 6.535 koperasi.

Sementara itu, Sumatera Utara juga mencatatkan angka yang kuat dengan total 6.128 koperasi.

Baca Juga: Kritik Program MBG Masuk Kampus, Menolak Program BGN Tersebut di Kampus

Tidak ketinggalan, Jawa Barat menempati posisi kelima dengan jumlah mencapai 5.969 unit. Di wilayah Indonesia Timur, NTT menunjukkan perkembangan yang stabil dengan 3.452 koperasi.

Pertumbuhan ini juga merata hingga ke Sumatera Selatan yang mengantongi 3.267 unit dan Sulawesi Selatan dengan 3.080 unit.

Di ujung selatan Sumatera, Lampung berkontribusi sebanyak 2.651 koperasi. Terakhir, daerah otonomi baru seperti Papua Pegunungan mulai menunjukkan geliatnya dengan 2.359 koperasi yang terbentuk.

Penyebaran ini menunjukkan bahwa program KDMP tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau pelosok negeri.

Keberadaan puluhan ribu koperasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, ekonomi Indonesia diprediksi akan semakin tangguh menghadapi tantangan global di masa depan.***