POJOKSATU.id - Taksi listrik disebut jadi pemicu terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur antara KRL dan Argo Bromo pada 27 April 2026 kemarin.

Pasalnya sebelum kecelakaan terjadi, ada taksi listrik yang mogok di tengah rel tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.

Taksi tersebut tertemper KRL yang melintas.

Akibatnya, KRL sempat berhenti di lokasi kejadian.

Baca Juga: 10 Cara Memakai Hijab Agar Rapi Seharian, Anti Meleyot Meski Aktivitas Padat

Namun nahas dari arah belakang Kereta Argo Bromo berupaya melintas di jalur tersebut, sehingga tabrakan pun tidak terhindarkan.

Bagian belakang KRL ringsek ditabrak oleh Argo Bromo.

Data terbaru menyebutkan ada 7 korban jiwa akibat tabrakan tersebut.

Saat ini pihak yang berwajib tengah mencari tahu penyebab pasti terjadinya kecelakaan.

Namun taksi listrik diduga menjadi pemicu awal tabrakan KRL dan Argo Bromo tersebut.

Baca Juga: Produk Tenun Pewarna Alami Binaan Bakti BCA Naik Kelas, Tembus Pameran di Amsterdam

Terbaru seorang saksi mata mengungkapkan kronologi awal yang menimpak taksi tersebut.

Pasalnya sebelum tertemper KRL, taksi listrik sudah berhenti cukup lama di atas rel.

Sejumlah warga pun sempat membantu untuk memindahkan taksi tersebut.

Namun taksi tidak bisa didorong karena mobil terkunci.

Sistem kendaraan yang terkunci ini membuat roda taksi tidak bisa bergerak.

Baca Juga: Terungkap, Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur Dipicu Kecelakaan dengan Mobil Taksi

Oleh karena itu warga tidak mampu untuk mengevakuasi mobil dari lintasan.

Tak lama setelah itu KRL dari arah Cikarang menujung Jakarta melintas dan menabrak taksi tersebut.

Akibat benturan keras, taksi terseret hingga 100 meter.

Manajemen Green SM Indonesia pun telah buka suara terkait dengan kecelakaan yang menimpa salah satu armadanya tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Green SM Indonesia menyampaikan bahwa kejadian ini akan menjadi perhatian penuh pihaknya.

Baca Juga: Humas PT KAI Ungkap Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Hanya Tertemper, Ini Penjelasannya

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekas Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," tulis pihak Manajemen Green SM Indonesia pada akun Instagram resminya.

Pihak Green SM Indonesia juga telah melakukan koordinasi dengan pihak berwenang untuk mendukung proses investigasi.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," imbuhnya.

Baca Juga: Terjadi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, KAI Minta Maaf, Evakuasi Korban Masih Dilakukan, Keluarga Korban Bisa Hubungi Nomor WA Ini

Green SM Indonesia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi komitmen Utama.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas Utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui system operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," tutupnya.

***