POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle kabinet dengan melantik sejumlah pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Pergantian ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah nama penting dengan posisi strategis.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Jumhur Hidayat.
Baca Juga: 10 Cara Memakai Hijab Agar Rapi Seharian, Anti Meleyot Meski Aktivitas Padat
Aktivis buruh sekaligus mantan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia itu kini dipercaya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
Saat tiba di lokasi pelantikan, Jumhur terlihat mengenakan jas hitam dipadu dasi biru muda.
Ia juga hadir bersama keluarganya, menambah suasana haru sekaligus bangga dalam momen tersebut.
Baca Juga: 10 Cara Memakai Hijab Agar Rapi Seharian, Anti Meleyot Meski Aktivitas Padat
Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq tidak keluar dari lingkaran kabinet.
Ia justru mendapat posisi baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Nama lain yang ikut dilantik adalah Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Ia kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan M. Qodari.
Baca Juga: SKTP April 2026 Terbit di Info GTK, Ini Penyebab TPG Guru Cair Tidak Serentak
Dudung sebelumnya dikenal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional sekaligus Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan.
Adapun M. Qodari kini dipercaya mengisi jabatan baru sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom), menggantikan Angga Raka Prabowo.
Di Kompleks Istana Merdeka, muncul pula sosok Abdul Kadir Karding.
Baca Juga: Guru Bimbel
Ia sebelumnya pernah menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, sebelum dicopot dalam reshuffle September 2025.
Kini, Karding kembali dipercaya sebagai Kepala Badan Karantina.
Tak hanya itu, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi juga mendapat posisi baru.
Presiden Prabowo melantiknya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Perombakan kabinet ini menunjukkan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kinerja di berbagai sektor.
Pergeseran posisi hingga masuknya wajah lama dan baru jadi sinyal adanya penyesuaian arah kebijakan ke depan.
Di balik setiap reshuffle, selalu ada harapan baru yang disematkan. Kini, publik menanti bagaimana para pejabat ini bekerja dan membuktikan kepercayaan yang telah diberikan, karena pada akhirnya, hasil nyata yang paling dinanti oleh masyarakat.***




