POJOKSATU.id - Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama tiga hari (sejak Rabu 22 April 2026) di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Yahukimo, berlangsung aman dan lancar tanpa gangguan berarti.

Situasi kondusif ini menjadi sorotan setelah sebelumnya muncul berbagai ancaman dan propaganda dari kelompok separatis TPNPB-OPM yang beredar di media sosial.

Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Lucky Avianto, menegaskan bahwa klaim penguasaan wilayah hingga ancaman terhadap keselamatan Wapres hanyalah informasi hoaks yang sengaja disebarkan untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Mualem Desak Pemerintah Pusat Keruk Muara Sungai, Nelayan Aceh Terancam

Menurutnya, kehadiran ribuan warga dalam setiap agenda kunjungan menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Papua tidak terpengaruh oleh propaganda tersebut.

"Warga justru hadir dengan penuh semangat, menyambut pemimpin negara dengan rasa aman dan optimism," kata Lucky.

Antusiasme warga ini dinilai sebagai indikator bahwa narasi teror dan radikalisme tidak lagi mendapat tempat di hati masyarakat Papua.

Kesadaran publik yang semakin kritis membuat upaya provokasi dinilai gagal memecah persatuan.

Lebih jauh, kondisi ini juga mencerminkan kemenangan moral masyarakat Papua dalam melawan infiltrasi paham radikal yang selama ini berusaha ditanamkan oleh kelompok separatis.

Baca Juga: Hak dan Kewajiban PRT Usai UU Disahkan, Pastikan Asisten Rumah Tangga Diperlakukan Manusiawi

TNI pun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan di wilayah timur Indonesia.

Bersama masyarakat, upaya menjaga kedamaian dinilai menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan di Papua.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Papua menjadi salah satu prioritas dalam pemerataan kesejahteraan nasional.

Stabilitas keamanan menjadi kunci utama agar pembangunan dapat berjalan optimal hingga ke pelosok.

Di tengah berbagai tantangan, semangat persatuan yang ditunjukkan masyarakat Papua menjadi harapan besar bagi masa depan wilayah tersebut, bahwa kedamaian bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang terus diperjuangkan bersama.***