POJOKSATU.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan mengejutkan terkait ketegangan nuklir dengan Iran.

Meski perundingan antara Amerika Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan resmi, Trump mengklaim bahwa Teheran telah setuju untuk menyerahkan uranium yang diperkaya kepada Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Kamis (16/4) waktu setempat.

Baca Juga: Viral Daging MBG di Lampung Barat Alot Bak Karet, Netizen Sebut Udah Kaya Ban

Ia menyebut Iran sudah memberikan persetujuan tegas terkait penyerahan material nuklir yang selama ini menjadi sorotan dunia internasional.

"Iran tidak memiliki senjata nuklir, dan mereka telah menyetujuinya," kata Trump.

Trump bahkan menyebut Iran siap menyerahkan apa yang ia istilahkan sebagai “debu nuklir”, yang merujuk pada uranium dengan tingkat pengayaan tinggi.

Baca Juga: Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Tetap Berjalan, Jamaah Indonesia Diminta Tak Khawatir Meski Timur Tengah Memanas

Menurut Trump, kesediaan Iran itu tidak lepas dari tekanan militer yang dilakukan Amerika Serikat, termasuk serangan udara menggunakan pesawat pembom B-2 ke sejumlah target strategis di Iran.

"Mereka setuju menyerahkan debu nuklir yang berada jauh di bawah tanah, karena serangan yang kami lakukan dengan pesawat pengebom B-2," ujar Trump.

Namun, klaim tersebut muncul di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, pada akhir Februari lalu.

Baca Juga: Kasus LPG Subsidi Terungkap di Jabodetabek, Pertamina Dukung Langkah Tegas Polisi

Serangan itu menimbulkan kerusakan besar dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah, membuat ketegangan meningkat tajam.

Upaya diplomasi sebenarnya telah dilakukan pada 11 April, saat delegasi Iran dan Amerika Serikat bertemu di Islamabad untuk membahas kemungkinan perdamaian.

Namun, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar. Di satu sisi, Trump menyebut Iran siap menyerahkan uranium diperkaya. Namun di sisi lain, proses negosiasi resmi justru belum mencapai hasil.

Baca Juga: Mulai Hari Ini Harga Pertamax Turbo Rp19.400 per Liter, Naik Hampir 50 Persen dari Biasanya

Klaim Trump ini pun memunculkan spekulasi bahwa konflik nuklir antara kedua negara belum benar-benar mereda.

Dunia kini menunggu apakah pernyataan itu akan berujung pada kesepakatan nyata atau hanya menjadi bagian dari tekanan politik Washington terhadap Teheran.***