POJOKSATU.id, JAKARTA— Helikopter PK-CFX yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalbar, yang menewaskan delapan orang ternyata tak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan atau blackbox.

Dalam mengusut penyebab kecelakaan helikopter ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berharap ada kamera di helikopter ini untuk merekonstruksi peristiwa.

Dalam temuan awal KNKT, helikopter diketahui tidak dilengkapi blackbox.

Baca Juga: Sosok Pilot Jatuh di Sekadau Kalbar Ternyata Eks Perwira Penerbang Helikopter TNI Angkatan Laut

Investigator KNKT, Dian Saputra menjelaskan, helikopter tipe Airbus Helicopters H130 memang tidak dilengkapi Cockpit Voice Recorder (CVR) maupun Flight Data Recorder (FDR) seperti pesawat komersial.

"Untuk helikopter jenis ini memang tidak dilengkapi black box seperti pesawat besar. Tidak merekam percakapan," ujarnya saat konferensi pers di Kantor SAR Pontianak, Jumat (17/4/2026).

Ketiadaan perangkat tersebut menjadi tantangan dalam proses investigasi. Meski begitu, KNKT tetap mengumpulkan berbagai data pendukung untuk mengungkap kronologi kecelakaan.

Baca Juga: TNI AU Berhasil Evakuasi 8 Jenazah Korban Tewas Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar

"Kita berupaya mendapat informasi dan data dari alat perekam yang lain," ujarnya.

Salah satu sumber data yang akan dianalisis adalah perekam performa mesin (engine data recorder) yang dimungkinkan masih menyimpan informasi penting terkait kondisi teknis sebelum insiden terjadi.

Selain itu, tim juga menelusuri kemungkinan adanya perangkat lain seperti kamera yang dapat direkonstruksi untuk membantu menyusun urutan kejadian.

Dian mengatakan, investigasi KNKT difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, bukan untuk mencari kesalahan individu maupun pihak tertentu.

Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.***