POJOKSATU.id, JAKARTA— Sosok pilot helikopter yang jatuh di Sekadau Kalbar ternyata mantan pilot helikopter TNI Angkatan Laut (TNI AL) dengan pangkat terakhir Mayor.

Sosok pilot bernama Marindra Wibowo ini merupakan mantan perwira penerbang TNI AL yang tergabung dalam Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur.

Karier Marindra di udara dimulai sejak tahun 2002. Selama lebih 20 tahun, ia menguasai berbagai jenis helikopter taktis seperti H120 Colibri, BO 105, hingga Bell 412.

Baca Juga: TNI AU Berhasil Evakuasi 8 Jenazah Korban Tewas Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar

Setelah purna tugas di militer, Marindra membawa keahliannya ke sektor sipil. Ia sempat memperkuat jajaran penerbang di PT HM Sampoerna Tbk dan Whitesky Aviation Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia tercatat sebagai pilot andalan di KPN Plantation, mengoperasikan Airbus H-130T2—jenis helikopter yang sama dengan PK-CFX yang ia terbangkan dalam misi terakhirnya di Kalimantan Barat.

Dia juga mendapat pelatihan khusus dari pusat pelatihan Airbus menjadikannya pilot dengan standar kompetensi global.
Delapan Orang Tewas

Delapan orang menjadi korban dalam insiden jatuhnya helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar).

Baca Juga: HKTI Jambi Didorong Jadi Lokomotif Gerakan Pangan oleh Gubernur Al Haris

"Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia," ujar Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, Jumat (17/4/2026).
Lukman mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterima, pesawat tersebut lepas landas pada pukul 07.37 WIB untuk kemudian pada pukul 08.39 WIB terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Kalimantan Barat.

Selanjutnya, pukul 09.15 WIB pesawat dinyatakan hilang kontak, pada pukul 10.43 WIB AirNav Indonesia telah menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) sesuai prosedur yang berlaku.

"Helikopter tersebut diawaki oleh 1 orang pilot, yaitu Capt Marindra Wibowo, serta membawa 1 orang engineer Harun Arasyid dan 6 penumpang," kata Lukman.

Lukman mengungkapkan enam penumpang itu Mr Patrick K (WN Malaysia), Mr Victor T, Mr Charles L, Mr Joko C, Mr Fauzie O, dan Mr. Sugito.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini.***