POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 68.800 ikan sapu-sapu atau 6,9 ton ditangkap Pemprov DKI Jakarta dan dimusnahkan.
Penangkapan ikan sapu-sapu secara besar-besaran dilakukan secara serentak di lima wilayah di DKI Jakarta, Jumat (17/4).
"Berdasarkan data yang dihimpun, total ikan sapu-sapu yang ditangkap mencapai 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton," kata Kadis Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta adalah Hasudungan A Sidabalok, Jumat.
Ia mengatakan wilayah dengan hasil tangkapan terbesar adalah Jakarta Selatan (Jaksel), yakni sebanyak 63.600 ekor dengan berat mencapai 5,3 ton.
Penangkapan dilakukan di kawasan Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.
Sementara itu, di Jakarta Timur (Jaktim) tercatat 4.128 ekor ikan dengan berat 825,5 kg yang ditangkap di 10 titik kecamatan.
Di Jakarta Pusat (Jakpus), petugas menangkap 536 ekor dengan berat 565 kg di tujuh titik kecamatan.
Untuk wilayah Jakarta Utara (Jakut), sebanyak 545 ekor ikan dengan berat 271 kg berhasil diamankan dari saluran penghubung RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading.
Baca Juga: Bukan Sekadar Ikan Pembersih, Sapu-Sapu Justru Rusak Ekosistem Sungai Jakarta
Sedangkan di Jakarta Barat, sebanyak 71 ekor ikan dengan berat 17 kg ditangkap di Kali Anak TSI, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang dinilai merusak ekosistem perairan.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan terus dilakukan secara berkala guna menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah Jakarta.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, populasi ikan sapu-sapu telah mendominasi sungai di Jakarta.
Kondisi ini dinilai mengancam ekosistem karena ikan tersebut memakan telur ikan lain.
"Ikan ini sangat invasif, telurnya bisa ratusan sampai ribuan, sehingga ikan lokal sulit bertahan," ucapnya.
Pramono juga mengingatkan potensi bahaya jika ikan sapu-sapu dikonsumsi. Dia menyebut kandungan residu dalam tubuh ikan tersebut cukup tinggi.
"Rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Itu berbahaya kalau dikonsumsi," tegasnya.
Pemprov DKI sebelumnya telah menggelar penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota.
Ke depan, peran PJLP akan dioptimalkan untuk melakukan pengendalian populasi secara berkelanjutan di sungai maupun saluran air.***



