POJOKSATU.id — Aduan warga yang viral melalui aplikasi JAKI yang diduga ditindaklanjuti dengan penggunaan foto hasil rekayasa artificial intelligence (AI) memicu perhatian publik dan akhirnya berujung pada langkah tegas dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Peristiwa ini berawal dari laporan masyarakat mengenai dugaan parkir liar di salah satu kawasan perumahan di Jakarta Timur yang diunggah melalui aplikasi resmi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.
Aplikasi JAKI atau Jakarta Kini merupakan platform layanan digital terpadu milik Pemprov DKI Jakarta yang dirancang untuk memudahkan warga mengakses berbagai layanan publik dalam satu sistem.
Baca Juga: Krisis Energi Makin Parah, MTI Usul Angkutan Umum Gratis dan Evaluasi WFH
Mulai dari pelaporan masalah hingga informasi layanan pemerintah.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan fitur Lapor untuk menyampaikan berbagai permasalahan seperti jalan rusak, banjir, dan sampah, serta fitur lainnya seperti Info Jakarta, layanan transportasi JakLingko, pengecekan data bantuan sosial dan pajak, hingga layanan keadaan darurat.
Laporan warga yang sempat menjadi sorotan itu memperlihatkan adanya kendaraan yang terparkir di pinggir jalan serta seorang petugas berseragam oranye di lokasi tersebut.
Baca Juga: ASN WFH Diberlakukan di Madiun, Strategi Baru Dorong Kinerja dan Efisiensi Energi
Namun saat laporan tersebut ditindaklanjuti, foto yang diunggah menunjukkan kondisi lokasi yang berbeda, di mana kendaraan sudah tidak lagi terlihat.
Meski demikian, sudut pengambilan gambar tampak serupa, hanya terdapat perbedaan pada pakaian petugas yang berada di lokasi.
Temuan ini kemudian menimbulkan dugaan bahwa foto tindak lanjut laporan telah dimanipulasi dengan bantuan teknologi AI sehingga menjadi perhatian luas masyarakat.
Baca Juga: Sekda Kabupaten Bogor Tegas! ASN Diminta Lebih Inisiatif, Tak Lagi Andalkan Kedekatan dengan Atasan
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Prastowo, membenarkan hasil penelusuran terkait kasus tersebut.
Ia menyampaikan bahwa dugaan penggunaan AI dalam foto tindak lanjut memang ditemukan.
“Sejauh dicek demikian (benar pakai foto AI), sesuai yang ditemukan Diskominfotik dan Biro Pemerintahan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah tegas dengan membebastugaskan sejumlah pejabat di wilayah Kalisari, Jakarta Timur, termasuk lurah serta kepala seksi ekonomi pembangunan dan kepala seksi pemerintahan.
Baca Juga: Trump Klaim Iran Mau Serahkan Cadangan Uranium, Sangat Dekat Capai Kesepakatan Damai
Pramono menegaskan bahwa pembebastugasan tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan, bukan pemecatan.
Ia menyebut langkah itu diambil karena kasus tersebut dinilai telah mencoreng citra pelayanan publik di Jakarta.
“Dibebastugaskan itu artinya dari jabatan yang dia sandang saat ini.
Kebetulan di Kalisari itu bu lurah kami bebaskan dari jabatan lurahnya untuk dilakukan pembinaan,” kata Pramono di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Ia juga menegaskan tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi di lingkungan birokrasi Pemprov DKI Jakarta karena dianggap dapat merusak kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah.
“Memang itu betul-betul mencoreng wajah Jakarta dan kami, saya, sebagai gubernur tidak mau itu terulang kembali,” ujarnya.
Baca Juga: Ramai Ditanyakan Warganet: Apakah Daftar Program Kemenkop Bisa Menghanguskan Kesempatan CPNS?
Meski demikian, Pramono menekankan bahwa ASN yang dibebastugaskan tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri melalui proses pembinaan dan berpeluang kembali berkarya di kemudian hari.
“Tapi saya juga tidak mau menghilangkan karier seseorang. Setelah nanti dibina menjadi lebih baik, kita kasih kesempatan untuk bisa berkarya lebih baik,” tutupnya.***




