POJOKSATU.ID - Langkah besar diambil pemerintah dalam upaya penguatan kelembagaan ekonomi di tingkat akar rumput.
Melalui pengumuman yang disampaikan oleh Ferry Juliantono, pemerintah secara resmi membuka rekrutmen untuk manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh penjuru Indonesia.
Program ini dirancang untuk memastikan koperasi dikelola secara profesional demi menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak lebih dari 36.000 pengelola atau manajer akan direkrut dalam program ini.
Baca Juga: Dulu Diisukan Jadi PPPK, Sekarang Malah Buka Loker Baru? Pengurus Kemenkop Dicurhati Soal Kopdes!
Selain untuk mengisi posisi di desa dan kelurahan secara umum, tenaga profesional ini juga dipersiapkan untuk mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
Fokus utama dari rekrutmen manajer ini adalah untuk menghadirkan manajemen yang kompeten agar KDKMP mampu bersaing dan tumbuh secara berkelanjutan.
Hal yang menarik dari kebijakan ini adalah pemisahan antara posisi manajerial dan operasional. Untuk posisi operasional seperti Sopir, Kasir, Security, dan Tenaga pendukung lainnya.
Pemerintah mendorong keterlibatan langsung dari pengurus dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Bukan Lagi Sekadar Penerima Bansos, Begini Strategi Baru Pemerintah KPM PKH Melalui Kopdes!
Secara khusus, program ini juga membuka kesempatan bagi para penerima manfaat PKH di desa-desa untuk ikut serta.
Langkah ini diambil agar KDKMP benar-benar menjadi entitas milik masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.
Dalam keterangannya, Ferry Juliantono menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar membuka lapangan pekerjaan baru.
Lebih dari itu, tujuan besarnya adalah menghadirkan kesempatan bagi masyarakat desa untuk tumbuh dan mandiri secara ekonomi.
Dengan manajemen yang kuat dan keterlibatan aktif warga lokal, diharapkan kekuatan ekonomi Indonesia dapat dibangun mulai dari level desa.
Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam gerakan besar ini, rekrutmen KDKMP menjadi peluang emas untuk membangun tanah kelahiran sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.***




