POJOKSATU.ID – Lonjakan harga plastik yang mencapai 60 hingga 70 persen mulai membuat pemerintah turun tangan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pemerintah saat ini sedang berupaya menekan kenaikan harga plastik agar tidak melonjak terlalu tinggi di pasaran.

Menurut Zulhas, kenaikan harga plastik terjadi karena bahan baku plastik sangat bergantung pada impor minyak, sehingga perubahan harga global langsung berdampak pada harga plastik di dalam negeri.

Baca Juga: Guru dan Tendik Non ASN Kini Bisa Ajukan Insentif Secara Mandiri, Ini Panduan Praktis Tanpa Harus Bergantung pada Operator

“Memang kita sedang kejar sekarang. Karena plastik itu kan tergantung kepada impor minyak,” ujar Zulhas saat ditemui di SMA Negeri 1 Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (16/4/2026).

Untuk menstabilkan harga, pemerintah kini memanggil sejumlah pengusaha biji plastik guna mencari solusi agar kenaikan harga plastik bisa ditekan, maksimal hanya sekitar 30 persen.

Menurut Zulhas, kenaikan sebesar 30 persen masih dianggap wajar. Namun di lapangan, harga plastik justru sudah naik hingga dua kali lipat bahkan lebih.

Baca Juga: Pemerintah Memperkuat Kualitas dan Kesejahteraan Target 100 Persen Sertifikasi Guru Honorer

“Sedang kita atasi, kita panggil beberapa pengusaha biji plastik. Nanti diatur agar kenaikannya tidak terlalu tinggi, kira-kira 30 persen. Tapi di pasar ada yang sampai 60 sampai 70 persen,” jelasnya.

Kenaikan harga plastik ini ternyata ikut berdampak pada harga kebutuhan pokok, meskipun harga barang utamanya belum naik.

Hal ini karena plastik menjadi komponen penting dalam proses distribusi dan pengemasan barang kebutuhan sehari-hari seperti beras.

Baca Juga: Pemerintah Memperkuat Kualitas dan Kesejahteraan Target 100 Persen Sertifikasi Guru Honorer

Zulhas mencontohkan harga kantong plastik yang sebelumnya sekitar Rp500, kini bisa mencapai Rp2.000, sehingga membuat biaya distribusi meningkat dan akhirnya memengaruhi harga jual ke masyarakat.

“Beras enggak naik, ayam enggak naik, minyak bensin enggak naik. Tapi kalau plastiknya mahal, tentu pengaruh ke harga barang,” katanya.

Di sisi lain, Zulhas juga membuka peluang penggunaan bahan organik sebagai alternatif pengganti plastik.

“Kalau plastik bisa diganti organik, itu bagus sekali,” pungkasnya.

Baca Juga: Login EMIS GTK Gagal Saat Pengajuan Insentif 2026? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Tanpa Harus Menunggu Lama

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya organik yang melimpah dan bisa dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik berbasis minyak.***